Cellica Nurrachadiana

Pilkada Karawang 2020, Cellica Serahkan Calon Wakil Ditentukan Partai Koalisi 

BOGOR-KITA.com, KARAWANG – Kontelasi politik jelang Pilkada Karawang 2020 masih cair. Arah koalisi belum pasti. Namun, sejumlah nama ketua partai politik, tokoh  dan  pengusaha sudah ramai ambil ancang-ancang memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati. Bakal calon bupati sudah melakukan  lobi-lobi pokitik untuk memenuhi syarat mengusung bacabup dan bacawabup.

Salah seorang yang sudah memastikan maju adalah, Bupati Karawang yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Karawang Cellica Nurrachadiana.  

Siapa calon wakilnya? Tentang hal ini Cellica mengatakan, belum menentukan bakal calon pasangannya. Pasalnya, sampai saat ini belum terbentuk partai koalisi.

“Pastilah, dan tak mungkin saya tidak mengkomunikasikan itu dengan parpol-parpol koalisi kelak. Hingga saat ini kan perkembangan politik masih sangat cair. Bukan hanya kami, yang lain pun (peminat nyalon bupati) sama. Belum ada kepastian selama belum deklarasi,” ujar Cellica di Karawang Senin  (25/11/2019).

Cellica mengaku, sangat menghargai pendapat dari parpol untuk arah koalisi dan sudah melakukan lobi politik seperti dengan  Ketua Golkar Jawa Bara Dedi Mulyadi.

Baca juga  PT KAI Daop 3 Cirebon Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis kepada Penumpang

“Saya juga sudah berkomunikasi dengan Kang Mulyono (Ketua Golkar Karawang) tentang arah koalisi ke depan,” katanya.

Termasuk mengenai bakal calon wakil bupati yang sedang jadi pertimbangan untuk mendampinginya di Pilkada 2020, Cellica tetap tegaskan, belum ada arah pembicaraan untuk menentukan bakal calon wakil bupati yang akan mendampinginya.

“Kalau kita sudah punya pilihan bakal calon wakil, ya pasti akan meminta pertimbangan dari parpol-parpol koalisi. Gak mungkin saya putuskan sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, kader senior Partai Golkar, Dadang S Muchtar menyatakan, sikap politik yang diambil parpol dalam menentukan arah dukungan terhadap bakal calon di pilkada mutlak harus dilalui melalui keputusan resmi parpol bersangkutan.

“Apapun keputusan politik di parpol adalah keputusan kolektif kolegial. Tidak bisa sebatas pernyataan atau sikap individual, kendati yang menyatakan sikap politik itu merupakan pucuk pimpinan partai,” ujar Dadang. [] Nandang



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *