Kartini dari Parungpanjang: Ayya Susi Damayanti Sulut Obor Perubahan Lewat Pendidikan, Pemuda, dan Aksi Sosial
BOGOR-KITA.com, BOGOR— Di tengah peringatan Hari Kartini yang identik dengan kebaya dan sanggul, Ayya Susi Damayanti memilih cara berbeda untuk memaknai 21 April.
Perempuan yang dua periode menjabat sebagai Ketua KNPI Parungpanjang ini merayakan Hari Kartini melalui kerja nyata: membina anak yatim, menggerakkan pemuda, serta mendampingi pelaku UMKM. Baginya, itulah wajah Kartini masa kini.
“Menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat melalui pendidikan, kegiatan kepemudaan, dan aksi sosial yang nyata demi terciptanya generasi yang mandiri, berakhlak, dan berdaya saing,” ujar Ayya, Selasa (21/4/2026).
Ayya yang berasal dari Parungpanjang dikenal aktif di berbagai bidang. Selain memimpin KNPI, ia juga menjadi pembina pendidikan anak yatim di Istana Yatim Baitul Qurro, penggiat sosial dan kemanusiaan, pelaksana kegiatan keagamaan, serta penggerak pemberdayaan UMKM dan masyarakat.
“Dulu Ibu Kartini berjuang melalui surat agar perempuan bisa mengenyam pendidikan. Sekarang, tugas kita memastikan anak-anak, khususnya yatim dan dhuafa, tidak hanya sekolah, tetapi juga memiliki akhlak dan keterampilan hidup,” katanya.
Gerakan yang dijalankan Ayya memiliki arah yang jelas dengan empat sasaran utama, yaitu meningkatkan pendidikan dan akhlak anak, menggerakkan pemuda agar aktif dan produktif, menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat, serta mendorong kemandirian ekonomi komunitas.
Empat sasaran tersebut diperkuat dengan target terukur, antara lain pelaksanaan program pendidikan dan pembinaan secara rutin, keterlibatan aktif pemuda dalam kegiatan sosial, peningkatan jumlah penerima manfaat, serta konsistensi pelaksanaan kegiatan sosial.
“Tanpa indikator, semangat saja tidak cukup. Harus terukur berapa anak yang naik kelas, berapa pemuda yang beralih dari sekadar berkumpul menjadi pelaku usaha, dan berapa pelaku UMKM yang mengalami peningkatan omzet,” tegasnya.
Menurut Ayya, menghormati semangat Kartini berarti memastikan kesempatan yang terbuka dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Pada peringatan Hari Kartini ke-147, ia juga menyampaikan pesan kepada perempuan dan generasi muda.
“Jangan bertanya kapan perempuan bisa memimpin. Tunjukkan melalui kerja nyata. Karena terang yang kita nyalakan hari ini akan menjadi jalan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Ia meyakini kemajuan perempuan di Parungpanjang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pemuda yang aktif, anak-anak yang berakhlak, dan ibu-ibu yang berdaya secara ekonomi.
“Jika ketiganya berjalan, masyarakat akan maju,” katanya.
Melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembinaan di Istana Yatim, pelatihan UMKM, hingga aksi sosial saat warga tertimpa musibah, Ayya terus menjaga semangat Kartini tetap hidup di Parung Panjang—bukan sekadar simbol, melainkan melalui aksi nyata setiap hari. [] Fahry
