Capaian Tertinggi di Jabar, Pemkot Bogor Kembangkan CKG Smart Berbasis Data Digital
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan melakukan pencanangan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Smart di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (26/5/2026).
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan capaian program cek kesehatan gratis di Kota Bogor pada tahun 2025 mencapai 49,2 persen dan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Sementara pada tahun 2026, hingga hampir memasuki semester pertama, capaian program telah menyentuh angka 21 persen.
Dedie menyebut, Pemkot Bogor ingin program CKG dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat karena tidak hanya gratis, tetapi juga menyediakan pemeriksaan kesehatan yang lengkap.
“Keinginan kita tentu cek kesehatan gratis ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat. Pertama bukan hanya gratis, tetapi juga lengkap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, inovasi CKG Smart yang dikembangkan Dinas Kesehatan bukan hanya berorientasi pada tingginya capaian peserta, tetapi juga terintegrasi dengan sistem digital sebagai bagian dari pemerintahan berbasis elektronik.
Menurutnya, data hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan kesehatan di Kota Bogor.
“Semakin banyak dan semakin lengkap masyarakat Kota Bogor melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis, maka datanya akan lebih komplit dan itu akan memudahkan pemerintah kota menentukan arah kebijakan di bidang kesehatan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dilakukan, Dedie mengaku terkejut karena sebanyak 92 persen masyarakat yang mengikuti pemeriksaan diketahui kurang melakukan aktivitas fisik atau mager.
“Ini artinya kita harus dorong lagi masyarakat supaya tambah sehat, jangan lupa berolahraga dan beraktivitas fisik paling sedikit 30 menit setiap hari,” katanya.
Untuk meningkatkan capaian program, Pemkot Bogor juga akan melakukan strategi jemput bola. Hal itu ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara pihak kecamatan dan kepala puskesmas.
“Tadi makanya kita melaksanakan penandatanganan apa, komitmen bersama antara kecamatan dengan kepala Puskesmas,” ucapnya
Dedie mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan akan menyasar sekolah, rumah warga, posyandu, kampus, kantor, pondok pesantren hingga majelis taklim.
“Tujuannya untuk mengakselerasi lagi persentase capaian pemeriksaan kesehatan gratis di Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan utama antara CKG biasa dengan CKG Smart terletak pada integrasi data digital dan analisis kesehatan masyarakat. Nantinya, data Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan terhubung dengan hasil pemeriksaan kesehatan, namun tetap menjaga kerahasiaan rekam medis masyarakat.
“Ini bagian dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE Kota Bogor,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Kota Bogor dalam menghadirkan CKG Smart.
Menurutnya, data yang diperoleh dari program tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan langkah lanjutan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Mungkin setelah mengetahui 92 persen ternyata masyarakat ini mager, bisa diawali di dinas-dinas, instansi, hingga sekolah dengan kegiatan bergerak atau senam bersama untuk lebih menyehatkan warga Kota Bogor,” ujarnya. [] Ricky
