Pedagang Hewan Kurban di Kawasan Puncak Keluhkan Penjualan Menurun
BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG — Menjelang Hari Raya Iduladha, sejumlah pedagang hewan kurban di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, mengeluhkan penurunan jumlah pembeli dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat penjualan kambing dan domba tahun ini lebih sepi.
Salah seorang pedagang hewan kurban di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Aden, mengatakan selama 10 hari berjualan dirinya baru menjual 13 ekor kambing. Jumlah itu menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 34 ekor.
“Biasanya kalau sudah mendekati Iduladha seperti sekarang, sehari bisa terjual 8 sampai 11 ekor. Sekarang sehari paling hanya 3 ekor,” ujar Aden saat ditemui di lokasi penjualan, Minggu (24/5/2026).
Menurut Aden, kondisi tahun ini hampir serupa dengan situasi saat pandemi Covid-19 ketika daya beli masyarakat menurun. Ia menduga faktor ekonomi menjadi penyebab utama berkurangnya pembeli.
“Sekarang mungkin masyarakat lagi susah cari uang, jadi yang berkurban juga tidak sebanyak dulu,” katanya.
Meski Iduladha tinggal dua hari lagi, Aden berharap penjualan hewan kurbannya masih dapat meningkat. Saat ini, stok kambing yang tersedia disebut masih mencapai ratusan ekor.
“Stok masih banyak, tinggal pembelinya saja yang berkurang,” ujarnya.
Harga hewan kurban yang dijual bervariasi, mulai Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis kambing. Hewan yang dipasarkan berasal dari sejumlah daerah, antara lain kambing lokal Puncak, domba Garut, serta kambing dari Sukabumi dan Cianjur.
Aden juga memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
“Kami selalu menjaga kesehatan dan kebersihan hewan supaya pembeli merasa puas,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang hewan kurban di Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi. Sejumlah penjual mengaku omzet tahun ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya ramai, sekarang pembeli jauh berkurang. Mungkin kondisi ekonomi masyarakat memang sedang sulit,” ujar seorang pedagang.
[]Danu
