Kab. Bogor

Praktik Dugaan Pungli di Kawasan Wisata Jadi Sorotan, Mantan Bupati Bogor Sampaikan Keprihatinan

BOGOR KITA.com, CISARUA – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah kawasan wisata masih menjadi perhatian karena dinilai dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan dan citra destinasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, mantan Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menyampaikan keprihatinannya terhadap masih adanya dugaan praktik pungli di kawasan wisata, khususnya di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

Menurut Iwan, persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh pelaku usaha pariwisata, mulai dari pedagang, pengelola objek wisata, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata.

Ia mencontohkan kondisi yang pernah terjadi di sejumlah objek wisata, seperti Curug Bidadari dan Gunung Pancar. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul, termasuk ulah oknum tertentu, turut memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.

Baca juga  Covid-19: Positif 92 dari 18 Kecamatan, Megamendung Terbanyak, 16 Konfirmasi Positif

“Saya tidak ingin kawasan Puncak mengalami hal yang sama. Karena itu, kita semua harus sepakat menjaga kawasan Puncak agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan tidak khawatir saat berlibur,” ujar Iwan, Rabu (8/7/2026).

Iwan menilai upaya memberantas praktik pungli bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku pariwisata.

Menurutnya, kelompok masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif praktik pungli terhadap keberlangsungan sektor pariwisata.

“Semua pihak harus ikut menyadarkan masyarakat. Pungli itu harus diberantas bersama karena dampaknya sangat besar terhadap dunia pariwisata,” katanya.

Baca juga  Ini Pemenang Pilkades Serentak Di 4 Desa Di Kecamatan Dramaga

Iwan juga mengaku selama menjabat sebagai Bupati Bogor dirinya kerap menindaklanjuti setiap informasi mengenai dugaan praktik pungli di kawasan Puncak dengan berkoordinasi bersama pihak terkait agar persoalan tersebut segera ditangani.

Menurutnya, tindakan segelintir oknum tidak boleh merugikan masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya dari sektor pariwisata.

“Jangan sampai kawasan Puncak menjadi sepi karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Yang rugi bukan hanya pengelola wisata, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM, pengusaha hotel, restoran, hingga masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kondusivitas kawasan Puncak agar tetap aman, tertib, dan nyaman bagi wisatawan sehingga sektor pariwisata dapat terus berkembang serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga  Klinik Nabia Medika Santuni 200 Anak Yatim Piatu

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh tanggapan dari pihak terkait mengenai langkah penanganan dugaan praktik pungli di kawasan wisata Puncak. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top