Kab. Bogor

Diresmikan Jokowi, Bendungan Ciawi jadi Lokasi Olahraga Warga

BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG – Bendungan Ciawi di Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kini tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir untuk wilayah hilir.

Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 23 Desember 2022, kawasan bendungan tersebut perlahan berubah menjadi ruang favorit warga untuk berolahraga dan menikmati suasana alam, terutama saat akhir pekan.

Udara pegunungan yang sejuk dipadukan dengan panorama alam yang asri membuat banyak masyarakat memilih Bendungan Ciawi sebagai lokasi jogging maupun sekadar berjalan santai di pagi hari. Ditambah lagi, kondisi jalan di kawasan bendungan yang lebar dan mulus membuat pengunjung merasa nyaman saat beraktivitas.

Sejak pukul 05.30 WIB, area bendungan sudah ramai dipadati warga. Tidak sedikit masyarakat yang datang dari luar Kecamatan Megamendung untuk menikmati suasana pagi sambil berolahraga.

Baca juga  Kunjungan Wisatawan ke Bogor Diprediksi Meningkat

Keramaian tersebut turut menghadirkan peluang ekonomi bagi warga sekitar. Pedagang dadakan mulai bermunculan di sejumlah titik kawasan bendungan, menjajakan aneka makanan dan minuman kepada para pengunjung.

Memasuki siang hari, sebagian warga memilih bersantai sambil menikmati jajanan dengan duduk di area batu-batu yang telah tersedia di sekitar bendungan. Selain lapak pedagang, pihak UPJ Bendungan Ciawi juga menyediakan kantin di area perkantoran yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk sarapan maupun sekadar menikmati kopi.

“Nyaman olahraga di Bendungan Ciawi. Jalannya bagus dan luas, suasananya juga enak. Kalau pagi udaranya dingin sekali, siang pun tetap sejuk,” ujar Nani, warga Cipayung saat ditemui usai jogging.

Selain faktor udara dan pemandangan, kebersihan kawasan bendungan juga menjadi salah satu alasan masyarakat betah berlama-lama di lokasi tersebut.

Baca juga  Pemprov Jabar Bangun Portal Pembatas Kendaraan di Jalan Raya Mohammad Toha Parungpanjang

Petugas keamanan Bendungan Ciawi, Romi, mengatakan pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Cipayung, tetapi juga dari berbagai wilayah di kawasan Puncak.

“Yang olahraga di sini datang dari mana-mana, bukan hanya warga sekitar,” katanya.

Meski demikian, sebagian warga menyayangkan akses pintu tengah bendungan yang hingga kini masih ditutup rapat dan tidak dapat dilalui pengunjung.

Mereka menilai, jika akses tersebut dibuka, jumlah masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun berwisata diperkirakan akan semakin meningkat.

“Pintu itu memang tidak boleh dibuka. Kami hanya menjalankan tugas. Informasinya dari pihak pusat memang harus tetap tertutup, jadi kami jaga,” ujar Romi. Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top