Kab. Bogor

IKM Yess Yogurt di Ciawi Dikunjungi Dirjen Kementerian Perindustrian RI

BOGOR-KITA.com, CIAWI – Berdiri sejak 2012 dan mulai ditekuni pada 2016 sebuah Industri rumahan di Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini mulai berkembang, dari berawal hanya pasar lokal, kini merambat hingga Jabodetabek

Usaha bernama Yess-Yoghurt itu mulai dirintis sejak 2012 dan terus berkembang hingga mampu memasarkan produknya ke wilayah Jabodetabek.

Pada awal produksinya di tahun 2016, Yess-Yoghurt hanya mampu mengolah sekitar 10 liter susu per hari. Produk tersebut dikemas sederhana menggunakan botol plastik berukuran 200 hingga 400 gram dengan harga mulai Rp12 ribu per botol.

Seiring waktu, minat konsumen terhadap yoghurt buatan lokal ini terus meningkat. Jika sebelumnya hanya dipasarkan untuk warga sekitar, kini produknya telah menjangkau pasar yang lebih luas.

General Manager PT Bogor Sari Nutrisi (Yess-Yoghurt), Maulita Putri Darmawati mengatakan, usaha tersebut pertama kali dijalankan oleh ibunya melalui skala home industry. Namun berkat ketekunan dan konsistensi, usaha keluarga itu akhirnya berkembang menjadi perusahaan yang mempekerjakan hampir 15 orang warga sekitar.

Baca juga  Safari Pelayanan NIB di Ciawi: 835 Pelaku Usaha Ditargetkan Terdaftar Secara Resmi

“Ketua RT di sini bahkan ikut menjadi bagian dari tim kerja kami,” ujar Maulita kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Ia menuturkan, pengembangan usaha dilakukan tidak hanya melalui pengalaman mandiri, tetapi juga dengan mengikuti berbagai pembinaan serta belajar langsung ke Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Awalnya produksi hanya sekitar 10 liter per hari, sekarang sudah mencapai 100 liter yoghurt setiap harinya,” katanya.

Selain memenuhi pasar Jabodetabek, PT Bogor Sari Nutrisi juga mulai menyuplai kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur. Menurut Maulita, kebutuhan yoghurt di wilayah tersebut cukup tinggi karena masih berkaitan dengan upaya penanganan stunting.

“Di Cianjur kebutuhan susu yoghurt cukup besar karena program penanganan stunting di sana juga terus berjalan,” jelasnya.

Baca juga  Daftar 3 Kontroversi Kades di Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto Bakal 'Bereskan'

Meski bahan baku susu relatif mudah diperoleh dari kawasan Puncak yang dikenal sebagai sentra peternakan sapi perah, pihaknya mengaku sempat mengalami kendala pasokan menjelang Idul Adha.

“Biasanya saat menjelang Idul Adha, sebagian peternak lebih fokus untuk penggemukan ternak sehingga pasokan susu murni sedikit berkurang,” ungkapnya.

Ke depan, Yess-Yoghurt menargetkan produknya bisa masuk ke pasar ritel modern dan bersaing dengan merek yoghurt lainnya.

“Kami ingin mencoba masuk ke minimarket dan siap bersaing dengan produk-produk yang sudah lebih dulu ada,” katanya.

Perempuan kelahiran tahun 2000 itu juga berharap produk lokal yang dikembangkannya dapat semakin terlibat dalam berbagai program pemerintah, tidak hanya Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga program lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Baca juga  Program Gerakan Orang Tua Asuh YAPI IPB University Targetkan 1.000 Mahasiswa

Baru ini, usaha rumahan ini dikunjungi langsung Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementrian Perindustrian Republik Indonesia Ir. Reni Yanita M.Si bersama rombongan.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan Yayasan Astra dalam mendorong pertumbuhan IKM Nasional, sejalan dengan tema peringatan HUT ke-46 Yayasan Astra: “Bersinergi untuk Masa Depan Lintas Generasi UMKM
Indonesia.”

PT Bogor Sari Nutrisi dipilih sebagai salah satu contoh keberhasilan model pembinaan Yayasan Astra yang telah mendampingi IKM ini sejak 2024, menghasilkan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga perluasan pasar. []Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top