Kab. Bogor

Polemik Rencana Study Tour di SMPN 1 Rancabungur Berujung Mediasi, ETP Dibatalkan

BOGOR-KITA.com, RANCABUNGUR – Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Rancabungur menggelar audiensi di Kantor Kecamatan Rancabungur, Kamis (21/5/2026) kemarin, terkait dugaan pungutan liar, intimidasi di program Education Training Plus (ETP) di SMP Negeri 1 Rancabungur.

Audiensi dihadiri Camat Rancabungur Dita Aprilia, Kapolsek, Koramil, Kepala Sekolah, Komite Sekolah serta para perwakilan warga. Dalam kegiatan audiensi tersebut warga dan wali murid menyoroti tiga isu utama, yaitu:

1. Dugaan Intimidasi. Siswa dan wali murid merasa mendapat tekanan psikologis.
2. Dugaan Pungli: Ada pungutan untuk masjid, kurban, seragam, dan perpisahan yang dinilai tidak jelas dasar hukumnya.
3. Program ETP. Dinilai membebani orang tua dan dianggap tidak sesuai regulasi.

Baca juga  Covid-19, Pemkot dan Pemkab Bogor Perlu Beri Stimulus untuk Hotel dan Restoran

Perwakilan warga juga menuntut agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor turun tangan menginvestigasi, menghentikan pungutan tanpa dasar hukum, dan memberikan perlindungan bagi siswa serta orang tua. Tuntutan ini merujuk pada UUD 1945, UU Sisdiknas, Permendikbud, dan SE Gubernur

Kepala SMPN 1 Rancabungur mengklarifikasi bahwa program ETP sudah dibatalkan dan uang dikembalikan kepada orangtua murid. Ia juga menegaskan tidak ada pungutan liar maupun intimidasi di sekolah, serta berjanji mengevaluasi seluruh program.

Camat Rancabungur Dita Aprilia menyatakan hasil audiensi akan diteruskan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Ia mengimbau tidak ada intimidasi terhadap peserta aksi, meminta revisi pembentukan komite sekolah agar melibatkan orang tua,l dan menyepakati setiap ada kegiatan siswa harus ditempuh melalui musyawarah terlebih dahulu.

Baca juga  Rekor Tak Terkalahkan Kandas, Tira Persikabo Akui Keunggulan Bali United

“Dalam kegiatan audiensi itu, Kepala Sekolah sudah mengklarifikasi terkait hal tersebut. Ada beberapa hal yang saya laporkan secara langsung ke Disdik kemarin sore pasca giat audiensi selesai,” pungkas Camat Dita Aprilia.

Sebelumnya, polemik rencana program ETP ke Bandung sempat ramai disorot berbagai pihak termasuk dari Anggota DPRD dan Disdik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top