Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Pakuan Bogor, Dr. Hendro Sasongko, Ak.,M.M.,CA.

Covid-19, Pemkot dan Pemkab Bogor Perlu Beri Stimulus untuk Hotel dan Restoran

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Corona atau Covid-19 masuk Indonesia. Adakah pengaruhnya terhadap perekonomian Kota dan Kabupaten Bogor?

“Jelas ada dampak wabah Covid-19 terhadap Kota dan Kabupaten Bogor, khususnya sektor riil, perdagangan dan pariwisata,” kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas pakuan (FE Unpak) Bogor Dr Hendro Sasongko kepada BOGOR-KITA.com, Jumat (6/3/2020) pagi.

Kota Bogor adalah kota jasa, terutama jasa perhotelan. Sementara Kabupaten Bogor, sejak kepemimpinan Ade Yasin, meletakkan pariwisata sebagai salah satu pengungkit ekonomi dengan branding Sport and Tourism.

Oleh sebab itu, Hendro menyarankan Pemkot dan pemkab Bogor perlu memberikan stimulus untuk hotel dan restoran.

Menurut Dr Hendro, dampak Covid-19, datang melalui dua skema, yaitu skema supply dan skema demand.

Skema pertama muncul karena berkurangnya pasokan bahan konsumsi dan bahan baku karena memang terjadi perlambatan dari pemasok, termasuk melalui mekanisme impor, khususnya dari negara negara terjangkit Covid-19.

“Sebagai dampaknya, ada potensi kenaikan harga yang menjadi masalah tersendiri terhadap tingkat afordabilitas konsumen,” kata Dr Hendro.

Skema kedua muncul dari sisi demand, karena masyarakat cenderung menghindari interaksi antar mereka, dan ini biasa terjadi di pusat pusat keramaian, seperti pusat belanja, lokasi pariwisata, stasiun, terminal dan transportasi masal.

Masyarakat cenderung memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah. “Inilah yang menyebabkan melemahnya sektor riil, perdagangan dan pariwisata, dan hal ini mampu mentransmisi dampaknya ke sektor manufaktur atau penyedia jasa lainnya, karena berkurangnya pasokan tenaga kerja, atau terjadinya pengurangan tenaga kerja karena berkurangnya demand. Contoh yang mulai terasa adalah di industri pariwisata, khususnya travel agent,” kata Hendro.

Oleh sebab itu, kata hendro, pemerintah pusat mulai memberikan stimulus ekonomi, seperti subsidi, penundaan pajak pribadi atau pajak di sektor pariwisata (hotel dan restoran).

“Dalam hal ini, juga harus ada transmisi kebijakan stimulus oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, mengingat Bogor  bergantung pada sektor sektor yang terkena imbas langsung wabah Covid-19, seperti perdagangan dan pariwisata. Stimulus dalam bentuk kebijakan atau subsidi di sektor sektor tertentu,” kata Hendro.

Hendro mengingatkan, Pemkot dan pemkab Bogor agar tidak melupakan efektivitas informasi dan komunikasi kepada masyarakat perihal konstelasi wabah Covid-19 di wilayah Bogor Raya, yang mampu menjaga ketenangan atau menekan kepanikan masal.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian, Pemkot dan Pemkab Bogor menurut Hendro, adalah, bagaimana tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di periode menjelang Idul Fitri 2-3 bulan ke depan.

“Kita berharap terjadi pemulihan kondisi dampak wabah Covid-19 sebelum periode Ramadhan dan Idul Fitri, karena infonya sudah terjadi perbaikan kondisi di China yang menjadi sumber wabah tersebut. Jika momentum ini bisa dijaga, maka diharapkan pertumbuhan ekonomi di Kota dan Kabupaten Bogor tidak terlalu dalam melambatnya dan tetap masih di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Hendro. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *