Bupati Bogor, Hj. Ade Yasin

Masjid Baitul Faizin

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH. MH
(Bupati Bogor 2018-2023)

BOGOR-KITA.com – Masjid sebagai basis utama masyarakat adalah tempat terbaik untuk memperkuat iman dan pusat terpenting untuk memperluas kegiatan sosial, ekonomi, budaya bahkan politik. Menurut catatan sejarah era permulaan Islam, masjid merupakan tempat untuk mengumpulkan harta dan kemudian mendistribusikannya kepada masyarakat.

Kegiatan itu telah menginspirasi pembangunan pusat perbendaharaan atau Baitul Mal di kompleks masjid pada abad-abad berikutnya. Sebab, semua orang memandang masjid sebagai tempat yang tepat dan aman untuk menyimpan kekayaan publik umat Islam.

Di masa lalu, para pedagang dan masjid bahkan memberikan pelayanan timbal-balik. Artinya, masjid membantu saudagar dalam urusan ekonomi, dan mereka juga memainkan peran penting dalam menyebarkan Islam dan membangun masjid selama menjalankan kegiatan bisnisnya. Ini bahkan di daerah yang jauh sekali pun.

Jika kafilah pedagang muslim singgah di suatu tempat untuk beberapa kali, mereka membangun sebuah masjid sebagai tempat beribadah dan berkumpul. Masyarakat setempat juga berduyun-duyun mendatangi masjid dan memilih masuk Islam. Para saudagar bahkan telah menyebarkan Islam ke benua Asia dan Afrika.

Saat ini, masjid juga memainkan peran penting dalam mengumpulkan bantuan kemanusiaan. Masjid menjadi wadah untuk meringankan beban orang miskin dan membiayai pembangunan sekolah, rumah sakit, fasilitas publik, kegiatan dakwah, ilmiah, dan budaya.

Beberapa masjid bahkan ada yang menyediakan fasilitas pemberian utang (Qardan Hasanah). Bentuk pinjaman itu tentu tanpa bunga kepada warga yang membutuhkan. Dengan demikian, masjid berkontribusi untuk membantu kegiatan ekonomi masyarakat.

Masjid Baitul Faizin di Pemkab Bogor Cibinong. Saya berharap juga bisa memberikan fungsi yang hidup. Menjadi kekuatan sosial dan ekonomi umat. Saat ini, masjid ini masih dalam renovasi. Yang saya ingin, masjid ini dibangun dengan benar. Sesuai pagu anggaran dan desain yang tepat.

Sebab, masjid ini dibangun dengan uang negara, Rp26 miliar lebih, tentu ini bukan uang sedikit. Jika digunakan untuk anggaran lain, dana itu cukup memperbaiki puluhan ruang kelas sekolah rusak. Atau untuk subsidi warga tidak mampu, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, saya minta kepada semua pihak yang terlibat untuk bertanggung jawab. Segera tuntaskan pembangunan masjid ini dengan sebaik-baiknya. Jangan membuat masalah yang merugikan keuangan negara. Pembangunan masjid tidak bisa dibuat main-main karena ini adalah tempat ibadah. Terlebih masjid ini juga merupakan simbol kebanggaan karena berada di Kompleks Tegar Beriman.

Begitu pula dengan proyek-proyek pembangunan lainnya. Baik yang sedang dikerjakan maupun yang sedang dalam perencanaan. Kerjakan sesuatu dengan benar, berintegritas dan bertanggung jawab. Jangan kontraktor yang tidak punya kantor dipilih. Pilihlah kontraktor yang benar, transparan dan berpengalaman. Jangan juga berdasar like and dislike. Semua harus objektif dan sesuai aturan.

Membanting penawaran harga nilai proyek juga tidak baik. Bahkan saya dengar ada yang hingga 20 sampai 25 persen. Jangan gara-gara memilih kontraktor penawaran terendah, malah ini menimbulkan masalah baru. Pengerjaan jadi asal-asalan dan amburadul. Selain itu, pengawasan dan perencanaan juga harus dikedepankan. Kerjakan sesuatu dengan benar, berintegritas dan bertanggung jawab. Kini zaman sudah berubah. Mari wujudkan Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban.[] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *