Evaluasi Uji Coba Jadi Penentu, Pemkab Bogor Matangkan Kabogorbus Menuju Transportasi Ramah Lingkungan
BOGOR-KITA.com, CIBINONG– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai mematangkan rencana pengembangan layanan Kabogorbus sebagai sistem transportasi publik ramah lingkungan. Namun, pengembangannya akan didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap uji coba operasional yang berlangsung selama tiga bulan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama PT TUV Rheinland Indonesia, PT Widya Adi Tunggal Transportasi, unsur BUMD, serta perangkat daerah terkait di Cibinong, Senin (20/7/2026).
Rapat membahas hasil uji coba layanan bus listrik Kabogorbus, evaluasi operasional dan pembiayaan, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga rencana pengembangan layanan pada 2027.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, hasil uji coba harus menjadi dasar penyusunan kebijakan sebelum pemerintah mengalokasikan anggaran dalam KUA-PPAS dan APBD Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
“Evaluasi harus dilakukan bersama antara manajemen dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. Hasilnya menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum penyusunan KUA-PPAS dan APBD 2027,” kata Rudy.
Menurut dia, Pemkab Bogor mendukung pengembangan transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan. Meski demikian, sejumlah aspek harus menjadi perhatian, mulai dari efisiensi pembiayaan, tingkat kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, hingga keberlanjutan operasional.
“Pengembangan transportasi ramah lingkungan harus tetap memperhatikan efisiensi biaya, kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan keberlanjutan operasional,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah alternatif, antara lain penyediaan lokasi parkir armada di kawasan Stadion Pakansari serta kemungkinan pemanfaatan fasilitas kelistrikan milik pemerintah daerah untuk mendukung pengisian daya bus listrik.
Sementara itu, Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto, mengatakan uji coba Kabogorbus berlangsung pada April hingga Juni 2026 dengan mengoperasikan empat unit bus listrik dan satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selama masa uji coba, layanan tersebut melayani hampir 28 ribu penumpang dengan tingkat keterisian (load factor) rata-rata mencapai 79 persen.
“Data tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi,” ujar Werry.
Ia menjelaskan, koridor Terminal Bojonggede–AEON Mall Sentul dipilih karena menghubungkan kawasan permukiman, industri, Stasiun KRL Bojonggede, serta pusat kegiatan ekonomi.
Meski demikian, evaluasi juga mencatat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan armada, kemacetan di sejumlah titik, masih rendahnya penggunaan transaksi nontunai, serta minimnya fasilitas SPKLU.
Pemkab Bogor juga meminta evaluasi lebih mendalam mengenai pola naik-turun penumpang dan keterpaduan layanan Kabogorbus dengan trayek angkutan kota yang telah beroperasi. Langkah tersebut dilakukan agar pengembangan transportasi publik dapat berjalan secara terintegrasi tanpa mengganggu layanan angkutan yang sudah ada.[] Hari
