Kab. Bogor

Aroma Tak Sedap Dikeluhkan Warga, Kali Jeletreng Diduga Tercemar Limbah

BOGOR-KITA com, GUNUNGSINDUR— Aliran air di Kali Jeletreng yang menjadi perbatasan Desa Cidokom dan Desa Cibinong, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, diduga mengalami pencemaran. Dugaan tersebut dikaitkan warga dengan aktivitas produksi salah satu pabrik di sekitar lokasi.

Keluhan terkait kondisi Kali Jeletreng disebut telah disampaikan warga sejak sekitar delapan bulan lalu kepada anggota DPRD Kabupaten Bogor. Namun, hingga kini warga masih mengeluhkan kondisi aliran sungai, antara lain sedimen lumpur yang tebal, perubahan warna air menjadi kehijauan, serta aroma tidak sedap.

Ketua PK KNPI Gunungsindur, Jaka Laidi, mengatakan keluhan tersebut masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.

Sampai hari ini masih terlihat dampak dugaan pencemaran air itu. Sedimen lumpur yang tebal, warna air yang hijau, dan aroma tak sedap masih dikeluhkan warga,” ujar Jaka Laidi, Kamis (3/9/2026).

Baca juga  Pramuka Kabupaten Bogor Ambil Bagian Cegah Penyebaran Covid-19

Menurut Jaka, warga di dua kompleks perumahan di sekitar lokasi juga mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari kondisi aliran sungai maupun lingkungan sekitar.

Ia mengatakan DPRD Kabupaten Bogor sebelumnya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sungai dan pabrik.

“Namun hingga saat ini progresnya tidak jelas. Tindak lanjutnya seperti apa, penanganannya bagaimana, dan sikap perusahaan seperti apa, itu semua belum jelas,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fuad Al Ansori membenarkan bahwa pihaknya telah mendatangi lokasi untuk melihat kondisi aliran sungai dan pabrik yang dimaksud.

Di aliran sungai memang terlihat masih terdapat endapan sedimen yang cukup tebal dan menimbulkan bau tidak sedap. Kami sudah mengecek lokasi,” ujar Fuad.

Baca juga  Proyek Taman Tematik Rumpin Gagal Lelang

Politisi PKB tersebut juga mengatakan dirinya telah mendatangi pihak perusahaan yang berada di Desa Cidokom untuk meminta penjelasan mengenai pengolahan limbah produksi.

Menurut Fuad, pihak perusahaan menyampaikan bahwa terdapat kerusakan pada peralatan pengolahan limbah dan saat ini sedang dilakukan perbaikan.

“Mereka mengakui masih ada kerusakan pada alat pengolahan limbah. Saat ini mereka masih melakukan perbaikan, katanya.

Fuad mengatakan pihak perusahaan telah menyampaikan komitmen untuk segera menyelesaikan proses perbaikan. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terlebih saat musim kemarau ketika debit air di Kali Jeletreng menurun sehingga bau dari aliran sungai lebih mudah tercium oleh warga.

Selain meminta penyelesaian persoalan tersebut, Fuad juga mengaku telah meminta perusahaan untuk memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di sekitar lokasi.

Baca juga  PPP Kabupaten Bogor Siapkan Ujung Tombak 2029 Lewat MKP Angkatan Kedua

Kami juga telah meminta kepada pihak perusahaan agar peduli dan membantu warga di sekitar pabrik yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Fuad.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top