Ngobrol Santai (Ngobras) Bareng Sugeng Teguh Santoso (STS) edisi 4 bertajuk, “Apa Implikasi Hoaks, Ujaran Kebencian pada Masyarakat Kita” yang berlangsung di Buli Buli Cafe, Rabu (24/10/2018).

Indonesia Darurat Hoax

BOGOR-KITA.com – Indonesia darurat hoax. Ini menjadi kesimpulan diskusi Ngobrol Santai (Ngobras) Bareng Sugeng Teguh Santoso (STS) edisi 4 bertajuk, “Apa Implikasi Hoaks, Ujaran Kebencian pada Masyarakat Kita” yang berlangsung di Buli Buli Cafe, Kota Bogor, Rabu (24/10/2018).

Hadir dalam diskusi pengamat hukum Ujang Sujai,  Kapolsek Bogor Tengah Kompol Syaifuddin, Direktur Lekat Abdul Fatah, dan perwakilan Diskominfo Kota Bogor. Sugeng Teguh Santoso (STS) menjadi moderator dalam diskusi tersebut.

Solusinya dalah tabayyun, atau mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya, atau meneliti dan menyeleksi suatu berita, tidak secara tergesa-gesa dalam memutuskan suatu permasalahan baik dalam perkara hukum, kebijakan dan sebaginya hingga sampai jelas benar

“Kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri, penting untuk melakukan tabayyun atau mengecek kebenaran  sebelum menyebarkan informasi serta penegakan hukum yang baik adalah kemutlakan, kata STS yang berttindak sebagai moderator.

STS mengatakan maraknya penyebaran berita hoax berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu penting untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.

Masih kata STS, kasus hoax di Kota Bogor memang belum mencuat. Namun, di sejumlah Grup WhatsApp (WA) sering terjadi gesekan akibat perbedaan pendapat ataupun berita hoax, sehingga dalam hal ini peran serta admin di grup sangat penting dalam meminimalisir terjadinya gesekan.

“Ketika ada permasalahan di grup hingga ke ranah hukum, nantinya admin grup bakal dijadikan saksi, kemudian jika di grup ada anggota yang melenceng, secepatnya admin grup harus bertidak. Bisa mengingatkan atau memberikan sanksi, agar berita hoax tidak meluas dan di konsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Direktur Lembaga Kajian Masyarakat (Lekat), Abdul Fatah menjelaskan, lahirnya berita hoax karena didasari kepentingan politik, ideologi dan kekuasaan.

Menurutnya, saat ini masyarakat banyak disuguhkan dengan informasi – informasi bohong. Banyaknya isu hoax, tentunya negara harus bertindak dan jangan kalah oleh gerakan yang merusakkan ketentraman masyarakat.

“Mereka yang menggoreng isu dan penyebaran hoax, harus di telusuri oleh pemerintah dan aparat hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebanyakan masyarakat awam tidak akan berfikir panjang, ketika menemukan berita hoax biasanya mudah terpancing untuk menyebarkan luaskan.

“Banyak masyarakat yang membenci akan berita hoax, namun ada juga yang menyukai sehingga perlu diberikan edukasi agar ketika memberikan informasi bisa ditelusuri dahulu,” pungkasnya. [] Hari/Fadil



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *