Kab. Bogor

Ramadhan di Rumah Saja

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

Saatnya semua berkolaborasi untuk mengatasi coronavirus. Satu sama lain berbagi informasi serta belajar dari keberhasilan dan kegagalan. China sudah terbukti dalam waktu yang relatif cepat bisa menjinakkan coronavirus.

Pengalaman negara lain juga meyakinkan kita bahwa “kedisiplinan” dapat mempermudah penanganan. Kita berharap kasus aktif dan yang berstatus serius/kritis bisa segera ditekan semaksimal mungkin.

Karena semakin banyak yang sembuh dan sedikit tambahan kasus baru, akan mempercepat kurva pandemi virus ini.

Siapa pun bisa terjangkit coronavirus. Tak peduli ras, suku, bangsa, agama, musim, maupun status/jabatan. Namun, siapa pun yang terjangkit, insya Allah bisa sembuh dan kemungkinan sembuhnya cukup tinggi.

Di Kabupaten Bogor, pasien yang terkonfirmasi sembuh juga bertambah. Hingga Rabu, 22 April 2020 Pukul: 19.00 WIB, jumlah pasien sembuh menjadi 7 orang.  Kendati demikian, jumlah yang positif terinfeksi juga meningkat drastis 31 orang. Hampir semua yang terkonfirmasi positif adalah mereka yang bekerja di Jakarta.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Masih Naik , 33, Sembuh 24, Meninggal Nihil

Kini total kasus positif menjadi 94, meninggal 5 orang, positif aktif yang di rawat di rumah sakit 82 orang. Di samping itu ada sebanyak 389 orang dalam pantauan (ODP) dan 318 pasien dalam pengawasan (PDP).

Sejauh ini pengidap coronavirus di Indonesia umumnya memang masih relatif sedikit, jauh lebih rendah ketimbang negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Boleh jadi lebih banyak yang belum terdeteksi.

Untuk itu, tak ada jalan lain kecuali lebih meningkatkan kewaspadaan dan berdisiplin diri. Taati semua aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Jika tidak ada hal yang sangat penting sebaiknya di rumah saja.

Penetapan keadaan darurat melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini diputuskan untuk menekan wabah kian meluas.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Naik, 47, Sembuh Turun, 20

Oleh sebab itu, kami juga tak ragu untuk memberikan sanksi tegas. Jika masih banyak masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Selama ini pelanggaran kerap ditemukan oleh petugas yang mengawasi pos-pos PSBB.

Beberapa pelanggaran di antaranya tidak mengenakan masker serta posisi duduk di mobil yang tidak sesuai protokol pencegahan. Selain itu kami masih mendapatkan warga yang berangkat kerja ke Jakarta. Padahal sesuai aturan PSBB, perusahaan pada sektor yang tidak dikecualikan harus menerapkan bekerja di rumah.

Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan. Kami mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dan beribadah di rumah saja.

Di dalam hadist Rasulullah SAW dikatakan kita tidak boleh mencari atau menjemput bahaya dan juga kita tidak boleh menularkan bahaya itu kepada orang lain.

Baca juga  Yusfitriadi Pesimis Ridwan Kamil Bisa Turunkan Covid-19 Depok

Kami menyadari pentingnya beribadah di masjid selama bulan Ramadhan. Namun untuk kali ini sebaiknya untuk tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus.

Beribadah di rumah, Insya Allah, tidak akan akan mengurangi kualitas. Sebab yang terpenting dalam melaksanakan ibadah harus ada keikhlasan dan kekhusyukan.

Kami juga mengingatkan instruksi Presiden Jokowi agar warga tidak mudik ke kampung halaman. Ini mengingat potensi penularan ke daerah akan semakin besar dengan tradisi mudik kali ini.

[] Penulis adalah Bupati Bogor, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!