Kab. Bogor

Corona di Bogor Kota dan Kabupaten Kian Menakutkan

BOGOR-KITA.com, CIBINONG –  Pandemi corona atau covid-19 di Kota dan Kabupaten Bogor kian menakutkan. Pada Rabu (22/4/2020) siang, Pemkot Bogor menyatakan sebanyak 51 tenaga kesehatan dinyatakan positif corona berdasarkan hasil rapid test.

Pada Rabu (22/4/2020), update data terbaru dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyatakan ada sebanyak 31 orang tertular baru yang terkorfirmasi positif corona, sehingga jumlahnya mendadak bertambah dari 63 orang menjadi 94 orang.

Jumlah terkonfirmasi positif corona di Kota Bogor berdasarkan data update dari Gugus Tugas Kota Bogor Rabu (22/4/2020) adalah sebanyak 67 orang, belum termasuk 51 orang tenaga kesehatan yang akan menjalani tes swab setelah dinyatakan positif corona berdasarkan hasil rapid test.

Dengan demikian, jumlah orang terpapar corona gabungan Kota dan Kabupaten Bogor sampai pada Rabu (22/4/2020) mencapai 161 orang, 94 di Kabupaten Bogor dan 63 dari Kota Bogor.

Potensi penularan juga masih sangat berbahaya. Karena sumber-sumber penularan cukup banyak.

Baca juga  Update Corona Kota Bogor: 1 Sembuh, 1 PDP Meninggal, Positif Nihil

Dari segi wilayah, di Kota Bogor saat ini sudah 34 kelurahan masuk kategori zona merah. Jumlah kelurahan di Kota Bogor sebanyak 68 kelurahan. Ini berarti 50 persen dari seluruh kelurahan di Kota Bogor sudah masuk zona merah.

Sementara di Kabupaten Bogor, dari 40 kecamatan, 17 di antaranya sudah masuk zona merah.

Ketua IDI Kota Bogor mengatakan, sumber penularan corona antara lain adalah OTG (orang yang sudah tertular tetapi tidak bergejala, tidak pilek, tidak batuk, tidak sesak dan lain sebagainya). Sumber lain adalah ODP atau orang dalam pemantauan karena riwayat perjalanan atau riwayat kontak.

OTG tidak bisa dipandang remeh. Kasusnya sudah ada. Kota Bogor mendata, jumlah OTG sebanyak sebanyak 55 orang dan baru 10 orang selesai dipantau sedang 45 sisanya masih dalam pemantauan. 

Sementara jumlah ODP di Kota Bogor berdasarkan data update Rabu (22/4/2020) mencapai 1.024 orang. Dari 1.024 orang itu, 755 selesai dipantau dan 250 masih dalam pemantauan.

Baca juga  Kota Bogor Kembali jadi Zona Merah Corona

Sementara jumlah ODP di Kabupaten Bogor, menurut data update Rabu (22/4/2020) sebanyak 389 orang menjalani pemantauan.

Yang juga menegangkan adalah transportasi umum Bogor-Jakarta atau sebaliknya masih terus beroperasi.

Presiden Jokowi sudah memutuskan melarang mudik, yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Perhubungan dengan melakukan penyekatan arus kendaraan efektif berlaku 24 April 2020.

Sayangnya, penyekatan itu hanya untuk kendaraan keluar masuk Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Sementara arus kendaraan di internal Jabodetabek masih bisa berjalan seperti biasa. Pergerakan orang dari Bogor ke Jakarta atau sebaliknya masih tetap bisa dilakukan. Artinya mondar-mondar dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya, atau dari Jakarta ke Depok, Bekasi, Tangerang dan sebaliknya masih tetap bisa dilakukan.

Penularan di Jakarta sendiri setelah 13 hari pelaksanaan Pembatasan Sosial  Berskala Besar masih terus terjadi. Angkanya juga masih tinggi.

Hari ke-1 PSBB  jumlah terkonfirmasi positif corona di Jakarta bertambah 69 orang, hari ke-2 bertambah 195 orang, hari ke-3 bertambah 96 orang, hari ke-4 bertambah 142 orang, hari ke-5 bertambah 149 orang, hari ke-6 bertambah 139 orang, hari ke-7 bertambah 196 orang, hari ke-8 bertambah 145 orang, hari ke-9 bertambah 109, hari ke-10 bertambah 108 orang, hari ke-11 bertambah 65 orang, hari ke-12 bertambah 162, hari ke-13 bertambah 123 orang.

Baca juga  Hari ke-4 Perpanjangan ke-15 PSBB Kota Bogor, Positif Masih di Atas 60 per Hari, 73

Kebijakan yang tidak melarang arus masuk kendaraan dari dan ke Jakarta merugikan Bogor dan daerah di sekitar Jakarta, karena sumber corona adalah DKI Jakarta.

Bupati Bogor Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mengatakan hampir semua atau 31 orang terkonfirmasi positif corona pada Rabu (22/4/2020) adalah mereka yang bekerja di Jakarta.

Ini artinya sumber penularan di Kota dan Kabupaten Bogor bisa bersumber dari dua arah, dari orang Bogor ke orang Bogor (local transmision ) dan  juga dari Jakarta ke orang Bogor (imported case) [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top