Kota Bogor

Tahapan dan Jadwal Lengkap SPMB Kota Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 di Kota Bogor resmi mulai dibuka sejak 11 Mei 2026. Pada tahap awal ini, calon siswa sudah dapat membuat akun untuk melengkapi berbagai data persyaratan pendaftaran secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, sejak 11 Mei para calon siswa sudah bisa mulai mengakses sistem pendaftaran untuk mengisi data pribadi, capaian sertifikat, hingga data kependudukan.

“Hari tanggal 11 Mei kemarin siswa sudah mulai bisa membuat akun masing-masing. Akun itu berisi data-data siswa, kemudian pencapaian sertifikat-sertifikat, data kependudukan, dan sebagainya,” ujar Herry Karnadi, Selasa (12/5/2026).

Setelah tahap pembuatan akun, kata Herry, proses selanjutnya adalah verifikasi dan validasi data yang berlangsung hingga 1 Juni 2026. Verifikasi dilakukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk data kependudukan, serta Dinas Sosial untuk data sosial calon peserta didik.

Baca juga  Habaib Restui Ade Yasin-Iwan Setiawan Pimpin Kabupaten Bogor

“Nanti sampai dengan tanggal 1 Juni itu ada verifikasi dan validasi oleh Dukcapil untuk data kependudukan dan Dinsos untuk data sosialnya,” jelasnya.

Selanjutnya, pada 2 Juni 2026 para calon siswa baru dapat memilih sekolah tujuan beserta jalur pendaftaran yang akan digunakan, mulai dari jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun prestasi.

“Tanggal 2 Juni siswa baru bisa dibuka pilihan-pilihan sekolahnya dan jalurnya. Dia mau jalur domisili kah, sekolahnya di mana, pilihan satu, dua, dan tiga,” katanya.

Untuk jadwal pendaftaran tingkat SD dan SMP dilakukan secara bersamaan, namun pengumuman hasil seleksi berbeda. Pengumuman SPMB SD dijadwalkan pada 22 Juni 2026, sedangkan SMP diumumkan pada 1 Juli 2026.

Baca juga  Rekontruksi Kasus Mayat Wanita di Ruko Brajamustika, Ada 29 Adegan

“Kalau SD pengumumannya lebih awal, tanggal 22 Juni. Kalau SMP tanggal 1 Juli. Untuk pendaftarannya sama,” jelas Herry.

Ia mengatakan, proses seleksi SD lebih singkat karena tidak memiliki jalur prestasi seperti pada jenjang SMP.

“SD itu tidak ada jalur prestasi, hanya domisili, afirmasi, dan mutasi. Makanya lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, untuk kuota penerimaan siswa SMP, Disdik Kota Bogor menyiapkan sekitar 7.160 kursi. Rinciannya yakni 40 persen jalur domisili, 25 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 30 persen jalur prestasi.

“Sedangkan untuk jenjang SD, kuota terdiri dari 70 persen jalur domisili, 25 persen afirmasi, dan 5 persen mutasi,” tandasnya.

Herry mengatakan, Disdik Kota Bogor juga memastikan kesiapan server untuk menghadapi tingginya akses selama proses pendaftaran berlangsung. Menurut Herry, pihaknya telah melakukan uji ketahanan atau stress test terhadap sistem server.

Baca juga  Bogor Timur Semarakkan HJB ke-533 dengan Bogor Timur Cerdas

“Server sudah siap. Kemarin sudah dites server, sudah ada stress test. Jadi server itu sudah kita bikin sampai dengan 10 ribu permintaan per detik itu masih bisa tahan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kapasitas server tahun ini ditingkatkan dibanding tahun sebelumnya yang mencatat puncak akses mencapai 8 ribu permintaan per detik.

“Sekarang kita naikkan kemampuannya menjadi 10 ribu per detik, dan masih bisa melayani dengan baik permintaan yang masuk ke aplikasi,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top