Kota Bogor

Incar Predikat Swasti Saba Wistara 2027, Kota Bogor Fokus Benahi 9 Tatanan Kota Sehat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan raihan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara dalam penilaian Kota Sehat tahun 2027.

Untuk mencapai target tersebut, persiapan mulai dilakukan sejak tahun 2026 dengan meningkatkan capaian indikator pada sembilan tatanan Kota Sehat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, Kota Bogor sebelumnya berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda pada penilaian tahun 2025.

“Alhamdulillah tahun kemarin Kota Bogor meraih Swasti Saba Wiwerda, peringkat tengah untuk predikat Kota Sehat. Ini sudah sangat membanggakan karena di Jawa Barat sendiri hanya delapan kabupaten/kota yang meraih itu. Di nasional hanya 41 kabupaten/kota. Tapi tentu kami ingin naik ke level yang lebih tinggi yaitu Swasti Saba Wistara,” ungkap Erna kepada wartawan usai Rakor Kota Sehat di Balai Kota Bogor, Senin (11/5/2026).

Baca juga  Antisipasi Bencana, DPS Minta Pemkot Tata Kembali Pemukiman di Bantaran Sungai

Erna menjelaskan, penilaian Kota Sehat dilakukan setiap tahun ganjil sehingga penilaian berikutnya akan berlangsung pada 2027. Karena itu, berbagai persiapan mulai dilakukan sejak tahun ini melalui rapat koordinasi evaluasi capaian indikator.

Menurutnya, terdapat sembilan tatanan Kota Sehat dengan total 136 indikator yang menjadi fokus penilaian. Kesembilan tatanan tersebut meliputi kesehatan mandiri, pemukiman, pendidikan, pariwisata, perkantoran, pasar, lalu lintas, perlindungan sosial, serta kebencanaan.

“Untuk mencapai Wistara itu harus di 91 persen capaian. Tadi kita bahas indikator-indikatornya dan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing perangkat daerah yang mengampu indikator ini,” jelasnya.

Ia menuturkan, capaian Kota Bogor pada penilaian sebelumnya berada di angka 82,14 persen. Dari sembilan tatanan, dua di antaranya telah melampaui target 91 persen, yakni perlindungan sosial dan pemukiman.
Sementara itu, tatanan lain seperti kesehatan mandiri, pasar, perkantoran, pendidikan, kebencanaan, lalu lintas, dan pariwisata masih perlu ditingkatkan.

Baca juga  Optimalkan PBB P2 Diatas 70 Persen, Usmar : Bapenda Harus Inovatif

“PR-nya itu pertama capaian program. Artinya indikator standar layanan dari masing-masing perangkat daerah harus mencapai target yang sudah ditetapkan dalam Renstra ataupun target provinsi dan nasional,” ujarnya.

Selain capaian program, Erna juga menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen pendukung sebagai bagian dari proses penilaian.

“Kadang kegiatan sudah dilakukan, tetapi evidence atau data dukungnya belum lengkap atau belum sesuai dengan ketentuan Kemenkes. Itu juga yang sekarang kami perbaiki,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dapat bersinergi untuk meningkatkan capaian indikator di masing-masing tatanan.

“Mudah-mudahan di 2027 kami dapat maksimal Wistara, minimal tetap di Wiwerda. Mudah-mudahan capaian di tahun 2025 dan 2026 sesuai dengan harapan untuk mencapai Wistara,” pungkasnya. [] Ricky

Baca juga  Peran Inovasi Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Sertifikasi Halal dalam Industri Halal
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top