Kota Bogor

PSEL di Galuga dan Kayumanis Tuntaskan Persoalan Sampah

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Kedaruratan sampah yang saat ini terjadi di Indonesia mendorong pemerintah pusat dan daerah mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Salah satunya melalui pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan menjadi solusi atas tingginya timbulan sampah di berbagai daerah.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk terus menuntaskan persoalan sampah melalui pengembangan fasilitas PSEL di wilayah Bogor Raya.

Hal tersebut ia sampaikan usai menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) PSEL antara pemerintah daerah dan Danantara yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung Kemenko Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Baca juga  Pemerintah Genjot Proyek PSEL di 61 Daerah, Target Selesai 2027

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq; Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jamhur Hidayat; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir; serta Kepala BRIN, Arif Satria.

Dedie Rachim menjelaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah lanjutan Pemkot Bogor dalam mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang terintegrasi di kawasan Bogor Raya.

Ia menyampaikan, saat ini proyek Bogor Raya 1 di kawasan Galuga telah selesai tahap persiapan dan siap memasuki proses groundbreaking, sementara pengembangan Bogor Raya 2 direncanakan berada di kawasan Kayumanis.

“Ini langkah berikut dari Pemerintah Kota Bogor untuk menuntaskan permasalahan sampah di wilayah Bogor, khususnya Kota Bogor. Yang pertama kan sudah selesai dan siap untuk dilaksanakan groundbreaking adalah Bogor Raya 1 di Galuga, dan yang sekarang ini Bogor Raya 2 di Kayumanis,” ucap Dedie Rachim.

Baca juga  PSEL Aglomerasi di Kayumanis Bakal Olah Sampah 1.000 Ton per Hari

Ia menambahkan, keberadaan dua fasilitas pengolahan sampah tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan peningkatan volume sampah di Kota Bogor di masa mendatang.

Saat ini, Dedie Rachim mengungkapkan bahwa timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 1.000 ton per hari dan diperkirakan akan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat dan perkembangan wilayah perkotaan.

“Kalau timbulan sampah di Kota Bogor sekitar 1.000 ton per hari, maka dengan dua tempat ini kita bisa selesaikan dan tuntaskan. Sebab timbulan sampah masa depan itu pasti akan bertambah banyak, bukan berkurang,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik merupakan bagian penting dalam menjaga kebersihan kota sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Baca juga  PSEL Bogor-Depok Segera Dibangun di Kayumanis, Camat Tanah Sareal : Masyarakat Sudah Siap
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top