Ket. Foto : Proyek pembangunan lantai dua di SDN 2 Lumpang Parung Panjang dipastikan terhenti. Pasalnya konstruksi bangunan yang sedang dikerjakan tiba - tiba ambruk pada Sabtu (25/01/2020) sore sekitar pukul 16.30 WIB. Beruntung tidak ada korban luka dan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Proyek Gedung Lantai Dua SDN Lumpang 02 Parungpanjang Ambruk

BOGOR-KITA.com, PARUNGPANJANG – Proyek pembangunan ruang belajar di lantai dua gedung SDN Lumpang 02,  di jalan Sidomanik, Kampung Cilangkap, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang dipastikan tertunda. Pasalnya bangunan yang sedang dikerjakan tersebut, tiba – tiba  mengalami ambruk, sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu (25/1/2020).

Informasi yang dikumpulkan media ini, tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam kejadian ambruknya gedung sekolah tersebut. Menurut seorang saksi mata, Ratna (43) warga RT 02 RW 01 Desa Lumpang, peristiwa ambruknya proyek bangunan tersebut terjadi tiba – tiba. Sore itu, dirinya bersama suami sedang duduk di depan warung miliknya tak jauh dari sekolah tersebut. “Tiba – tiba ada suara sangat keras buummm. Saya fikir tabrakan kendaraan bermotor di jalan raya. Eh pas nengok ke arah sekolah ternyata bangunan lantai dua yang sedang dikerjakan ambruk,” ungkapnya.

Masih kata Ratna, dirinya bersama suami langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan yang sedianya akan digunakan sebagai ruang belajar tersebut. “Beruntung tidak ada korban, karena para pegawai bangunan berhasil menyelamatkan diri dan memang sudah berhenti waktu kerjanya,” ucap Ratna. Dia menambahkan, sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut memang sedang libur karena hari raya Imlek. “Bersyukur tidak ada korban luka dan korban jiwa,” pungkasnya.

Baca juga  Kadisdik Kabupaten Bogor: Kelulusan Ditentukan Nilai Rapor

Sedangkan Boim (47), seorang warga lainnya mengatakan, pekerjaan proyek pembangunan gedung lantai dua di sekolah tersebut sudah berlangsung selama satu bulan. “Yang saya tau sih sudah sekitar satu bulan dikerjakan. Tapi tiba – tiba langsung ambruk saja,” ungkapnya. Sedangkan para pekerja bangunan di lokasi proyek tersebut, tidak mau memberi komentar. Awak media ini juga belum berhasil meminta keterangan resmi pihak berwajib terkait peristiwa tersebut.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna yang dikonfirmasi kejadian ini mengaku telah menerima laporan lisan pihak sekolah tentang kejadian tersebut. “Saya juga langsung memanggil konsultan perencana dan pengawas serta kontraktor proyek tersebut. Saat ini tim teknis dari Disdik sedang di lapangan.” terang Entis Sutisna. [] Admin 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *