Kab. Bogor

Disdik Kabupaten Bogor Uji Coba KBM Tatap Muka Desember 2020

Kadisdik Kabupaten Bogor Entis Sutisna saat menghadiri kegiatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 75 di SMPN 1 Tenjo pada Rabu (25/11/2020).

BOGOR-KITA.com, TENJO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Nadiem kini memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai semester genap 2020/2021 atau Januari 2021.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bogor Entis Sutisna menyambut baik wacana tersebut. Bahkan dalam kegiatan peringatan HUT PGRI ke 75 dan Hari Guru Nasional 2020 yang berlangsung di SMPN 1 Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kadisdik menyampaikan bahwa, Kabupaten Bogor ingin mencoba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka bisa dilakukan pada bulan Desember 2020 ini.

“Tentu dengan syarat bahwa sekolah yang mengajukan giat KBM tatap muka telah memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ungkap Entis Sutisna kepada sejumlah wartawan, Rabu (25/11/2020).

Baca juga  Jubir Covid-19 Kabupaten Bogor: 27 Positif, Nihil Penularan Dalam Keluarga

Ia menuturkan, sesuai kelonggaran yang diberikan oleh Mendikbud bersama 3 menteri lainnya terkait belajar tatap muka yang akan dimulai secara keseluruhan pada 11 Januari 2021 mendatang, saat ini Disdik Kabupaten Bogor sedang menyusun SOP teknis tentang hal tersebut.

“Sekolah – sekolah yang mengajukan KBM tatap muka, terlebih dahulu harus memenuhi standar yang ditentukan. Nanti akan dicek oleh Disdik bersama Satgas Covid Kabupaten dan Kecamatan, sudah layak atau belum sarana dan prasarananya,” beber mantan Camat Ciampea ini.

Entis Sutisna menjelaskan, persyaratan untuk pengajuan membuka sekolah tatap muka di antaranya adalah memiliki sarana prasarana untuk protokol kesehatan pencegahan penularan covid 19. Seperti penyediaan wastafel dan sabun untuk pencuci tangan, handsanitizer, masker, WC yang bersih serta sarana lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan sekolah. “Jadi bukan semua sekolah diizinkan dan dibuka secara bebas. Tapi yang telah memadai semua fasilitas sarana prasarana dan menerapkan sistem protokol kesehatan ketat,” tutupnya. [] Fahry

Baca juga  PPKM Mikro di Kabupaten Bogor: Positif Masih Tinggi, 93, Sembuh 64, Meninggal Nihil
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top