Laporan Utama

Pengamat : Rektor IPB Lebih Cocok Jadi Menristekdikti

BOGOR-KITA.com – Pengamat komunikasi politik Dr. David Rizar Nugroho turut mengomentari perihal masuknya rektor IPB University, Dr. Arif Satria dalam bursa menteri pada kabinet Jokowi Periode 2019 – 2024. Arif Satria yang juga merupakan Ketua Forum Rektor Indonesia 2020 – 2021 masuk sebagai menteri pertanian sebagaimana daftar calon menteri yang konon dirumuskan di ruang rapat Sentul International Convention Center, Minggu (14/7/2019) pukul 21.00 WIB. Lepas dari benar tidaknya daftar nama tersebut David menilai Arif Satria sangat pantas mengisi kursi menteri pertanian.

Namun menurut David, Arif Satria akan lebih besar kontribusinya untuk Indonesia apabila menjadi menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi.

David yang juga merupakan pemimpin redaksi harian Pakar itu menilai, Arif Satria memiliki pemikiran – pemikiran inovatif. Menurutnya Arif Satria mampu beradaptasi cepat dan paham mengenai era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya fungsi-fungsi kecerdasan buatan (artificial intelligence), mobile supercomputing, intelligent robots, Internet of Things (IoT), era big data yang membutuhkan kemampuan cybersecurity, era pengembangan biotechnology dan genetic editing (manipulasi gen).

Baca juga  Ade Yasin Hadiri Pelantikan Pengurus Majelis KAHMI Bogor

Maka dari itu ia menilai Arif Satria lebih pas apabila menjadi menteri riset teknologi dan pendidikan tinggi. Selain itu menurut David, Arif Satria mampu membantu perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengambangkan riset dan metode belajar mengajar di kampus masing – masing.

“Saya lihat kampus – kampus masih mengajar dengan paradigma lama, Arif Satria dibutuhkan untuk merubah cara mengajar tersebut,”katanya Rabu (17/7/2019).

Dalam catatan BOGOR-KITA.com, Arif Satria merupakan pihak yang netral saat pemilu presiden yang lalu. Ia tidak memihak baik 01 maupun 02.

Januari lalu, Arif Satria menyatakan bahwa pihak rektorat sepakat untuk menjaga netralitas di kampus pada era menjelang pemilihan presiden (pilpres) yang jatuh pada tanggal 17 April 2019.

Baca juga  Menteri BUMN: Biofarma Dapat Produksi 250 Juta Vaksin Covid 19 pada 2021

“Saya dan para rekan, sepakat untuk terus menjaga netralitas,” ucap Arif di Gedung Rektorat IPB, Minggu (27/1/2019). Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa menjaga netralitas di kampus merupakan komitmen yang harus dijaga, terutama menjelang era pemilihan presiden pada 17 April 2019.

Sebagai akademisi Arif Satria memiliki track record yang bagus. Rektor IPB University, merupakan satu-satunya pembicara dari unsur perguruan tinggi yang diundang Organisasi Pangan dan Pertanian Sedunia atau Food Agriculture Organization (FAO) Roma secara khusus untuk menyampaikan pokok-pokok pikiran dalam pertemuan tentang “Digital Agriculture: Challenges to be Addressed” di Kantor Pusat FAO Roma Italia Juni 2019.

Ia memaparkan konsep IPB tentang Agromaritim 4.0 dan memperkenalkan 25 inovasi digital karya dosen dan mahasiswa IPB baik untuk adaptasi maupun mitigasi perubahan iklim, serta untuk ketahanan pangan.

Di kesempatan tersebut, Arif Satria mengenalkan beberapa inovasi seperti tentang Fire Risk System (FRS) yang merupakan system digital yang mampu memprediksi kebakaran hutan untuk 6 bulan ke depan di 10 Provinsi.

Baca juga  Ade Yasin Terima Kunker Pangdam III Siliwangi, Bahas Pembangunan Huntap Cigudeg

Selain itu, Arif Satria berhasil membawa IPB University naik 100 peringkat dalam ranking dunia. Lembaga independen QS, sebagai salah satu penyelenggara pemeringkatan perguruan tinggi di dunia, mengeluarkan hasil resmi pemeringkatan yang berlaku untuk periode Juni 2019 – Mei 2020. Disebutkan bahwa IPB University berada pada posisi 601-650 rangking dunia, naik sekitar 100 tingkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu IPB di peringkat 701-750 untuk World University Ranking (WUR).

Saat dikonfirmasi BOGOR-KITA.com, mengenai bursa menteri tersebut Arif Satria mengatakan ingin fokus menjadi rektor. “Saat ini tugas saya adalah sebagai rektor IPB. Jadi fokus melaksanakan tugas yang sudah di depan mata saja. dan tidak memikirkan gosip dan rumor yang beredar,” katanya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top