Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan.

Ini Respon Pemkab Bogor Terhadap Revolusi Industri 4.0

BOGOR-KITA.com – Belum 100 hari Bupati Ade Yasin dan Wabup Iwan Setiawan memimpin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Terhitung sejak serah terima jabatan tanggal 31 Desember 2018, pemerintahan Ade Yasin – Iwan Setiawan baru memasuki hari ke-58 (bulan Februari hanya 28 hari). Dipotong hari libur Sabtu dan Minggu, praktis Ade Yasin-Iwan Setiawan baru memegang kendali Pemkab Bogor selama 50 hari kerja.

Namun, sudah cukup banyak yang dilakukan, termasuk hal-hal yang bersifat strategis. Hal-hal strategis yang dilakukan  antara lain meluncurkan beras khas Bogor dalam bentuk kemasan bernama Beras Carita Sukses. Kemudian masuk era pertanian 4.0. bekerja sama dengan IPB University. Dalam kaitan ini juga akan ada apa yang disebut dengan smart village.

Revolusi 4.0 menjadi tumpuan publik dunia karena membuat segala sesuatunya menjadi cepat, mudah,murah, dan sederhana.

Keberadaan Ade Yasin-Iwan Setiawan di tampuk pimpinan Kabupaten Bogor juga melahirkan motivasi dan harapan baru. PD Pasar Tohaga, sebuah BUMD milik Pemkab Bogor sudah menerapkan Cash Management System (CMS) ke Pasar Ciluar, sebuah sistem pembayaran berbasis internet yang membuat “iri” Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), BUMD milik Pemerintah Kota Bogor. Tidak kurang Dirut PD PPJ Muzakkir turun meninjau CMS Pasar Ciluar untuk dipelajari dan membuatnya di seluruh pasar milik PD PPJ.

Di dunia pendidikan, SMPN 1 Gunungputri, diam-diam mulai memasuki era pendidikan 4.0. ”Saat ini SMPN 1 Gunungputri telah memiliki satu kelas rujukan untuk mengimpelentasikan sekolah digital,” kata Koordinator Kelas Digital SMPN 1 Gunungputri, Mochamad Rusdi seperti diberitakan BOGOR-KITA.com, 23 Februari 2019.

Di bidang pariwisata, sebuah hotel di Cisarua, yakni Hotel Bayak tampil menjadi hotel pertama di Indonesia yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. Saat peresmian, Bupati Ade Yasin memberikan pujian terhadap hotel itu.

Di bidang pelayanan publik, Ade Yasin mengambil kebijakan memudahkan pelayanan dengan mendekatkan kantor pelayanan ke domisili penduduk. Bukan hanya pelayanan e-KTP, tetapi juga pembayaran pajak dan lainnya.

Masih ada beberapa lagi. Tetapi satu yang wow, dan baru dilepaskan informasinya ke publik adalah, keberadaan Pemkab Bogor sebagai anggota emas alibaba.com, sebuah e-commerce terbesar di dunia yang didirikan Jack Ma.

Keberadaan Pemkab Bogor sebagai anggota emas alibaba.com ini membuka peluang bagi Pemkab Bogor untuk memasarkan atau mempromosikan seluruh produk Kabupaten Bogor seperti produk kerajinan tangan ke lebih 200 negara dan wilayah yang menjadi wilayah operasi alibaba.com.

Lebih seratus objek wisata Kabupaten Bogor baik objek wisata alam, objek wisata sejarah dan budaya, objek wisata minat khusus dan objek wisata buatan, menjadi sangat mudah dipromosikan dan dijual ke lebih 200 negara dan wilayah yang menjadi wilayah operasi alibaba.com tersebut.

Pada Kamis (28/2/2019), Pemkab Bogor menggelar sosialisasi kebijakan perdagangan internasional dan surat keterangan asal (SKA) di The Rizen Premiere Hotel, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Iwan yang membuka sosialisasi mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi tersebut pada dasarnya dimaksudkan sebagai langkah responsif Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyikapi era perdagangan bebas, globalisasi dan revolusi industri 4.0. Upaya ini sangat penting dan strategis, mengingat globalisasi yang sangat terbuka dan sarat dengan daya saing.

“Seluruh stakeholder pembangunan, terutama yang bergerak di bidang perdagangan dan perindustrian, sudah saatnya bersinergi membangun kekuatan bersama guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian yang berdampak signifikan bagi  peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” kata Iwan.

Ia juga menyampaikan perdagangan dan perindustrian memegang peran penting dalam pertumbuhan perekonomian daerah, bahkan di Kabupaten Bogor merupakan penyumbang terbesar bagi produk domestik regional bruto (PDRB).

“Pada tahun 2017,sektor industri manufaktur yang terdiri dari 1.182 industri menengah besar dan 1.916 industri kecil menengah, memberikan andil sebesar 53,70 persen terhadap total PDRB. Sementara sektor perdagangan menyumbang 13,29 persen, sehingga apabila digabung, kontribusi perdagangan dan perindustrian terhadap PDRB Kabupaten Bogor mencapai 67 persen,” tambah Iwan.

Iwan juga mengungkapkan, guna mempertahankan dan meningkatkan daya saing produk daerah, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya mengambil berbagai langkah kebijakan strategis agar produk-produk Kabupaten Bogor mampu berkompetisi di tingkat global.  Salah satunya itu tadi, Kabupaten Bogor menjadi anggota emas alibaba.com. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *