Kota Bogor

Kelurahan Cibogor Genjot Pelayanan Publik, Angka Stunting Turun Signifikan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah terus memperkuat berbagai terobosan guna meningkatkan mutu pelayanan publik sekaligus kesejahteraan warganya.

Lurah Cibogor, Teguh Setyawan, menegaskan bahwa pelayanan yang cepat, objektif, dan inovatif menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang unggul.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif warga melalui penguatan swadaya masyarakat dalam setiap program pembangunan.

“Fokus kami adalah menghadirkan masyarakat Cibogor yang terbaik. Itu dimulai dari pelayanan yang responsif, cara kerja yang inovatif, serta sikap objektif dalam melayani. Kami juga terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan,”ujar Teguh, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, wilayah Cibogor menghadapi tantangan yang cukup beragam, terutama terkait kepadatan penduduk dan hunian. Namun, persoalan kemacetan yang sebelumnya kerap terjadi di sekitar jembatan kini mulai teratasi berkat perbaikan jalan yang telah dilakukan.

Baca juga  Selangkah Lagi Menuju Bogor Green City

Di bidang kesehatan, Cibogor mencatat perkembangan positif dalam penanganan stunting. Dari 34 kasus pada 2024, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 20 kasus pada 2026 melalui berbagai program intervensi.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah “Dahsyat” (Dapur Sehat Atasi Stunting), yang telah dilaksanakan tujuh kali. Program ini turut melibatkan tokoh masyarakat serta dukungan dari pelaku usaha lokal dalam penyediaan asupan gizi bagi warga.

“Penurunan ini menjadi hasil kerja bersama. Kami terus mengoptimalkan program Dahsyat dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi,” jelasnya.

Meski demikian, persoalan sanitasi masih menjadi perhatian. Tercatat sekitar 344 titik masih membutuhkan pembangunan septic tank komunal guna mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan mewujudkan lingkungan bebas ODF.

Baca juga  Mulai Senin Jalan Samping Underpass Arah Cilebut Bisa Dilalui Kendaraan

Secara geografis, Cibogor juga tergolong rawan bencana karena berada di dataran rendah serta menjadi jalur aliran air dari wilayah lain, termasuk area stasiun dan pasar. Kondisi ini membuat kawasan tersebut rentan terhadap banjir lintasan dan longsor saat hujan deras.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, koordinasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat wilayah terus diperkuat, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Di sektor keamanan, upaya pencegahan konflik remaja menunjukkan hasil positif. Melalui program “Jaga Lembur” yang bekerja sama dengan Polsek Bogor Tengah, angka tawuran berhasil ditekan dan kondisi wilayah menjadi lebih kondusif dalam dua bulan terakhir.

Dalam hal pengelolaan lingkungan, kelurahan telah menyalurkan sarana seperti gerobak sampah dan kontainer ke setiap RT guna mendukung kebersihan.

Baca juga  Peringati HUT RI, Kelurahan Genteng Gelar Turnamen Sepakbola Antar RW

“Dulu masih ada warga yang membuang sampah ke sungai karena faktor kedekatan. Sekarang fasilitas sudah tersedia di tiap RT, sehingga diharapkan pola pikir masyarakat berubah dan lingkungan tetap terjaga,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top