Tokoh Parung Harap Pemkab Bogor Bangun Alun-alun untuk Penataan Kawasan Pasar
BOGOR-KITA.com, PARUNG – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk menata kawasan Pasar Parung dan sekitarnya mendapat dukungan dari masyarakat Kecamatan Parung. Namun, warga berharap ada tambahan fasilitas berupa alun-alun sebagai ruang publik.
Hal tersebut disampaikan KH Mad Husin, tokoh masyarakat Kecamatan Parung, kepada wartawan, Rabu (29/4/2026). Ia mengatakan, keinginan pembangunan alun-alun sudah lama diusulkan warga.
“Alun-alun itu diharapkan menjadi ruang publik yang berada di kawasan Pasar Parung, sehingga tidak terus-menerus terlihat kumuh, semrawut, dan macet,” ujarnya.
Mad Husin yang juga Ketua Koperasi Pengusaha Pedagang Pasar Parung menegaskan, usulan tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, para tokoh dan pelaku usaha telah lama menginginkan penataan menyeluruh di kawasan pasar.
Ia mengaku telah hampir 30 tahun berkecimpung di lingkungan pasar tersebut, namun belum melihat tata kelola yang maksimal dan profesional.
“Pedagang kaki lima (PKL) memjamur dan berjualan di berbagai area pasar. Parkir tidak tertata, sampah berserakan, serta kemacetan terjadi setiap hari. Ini menunjukkan pengelolaan belum maksimal dan tidak profesional,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan alun-alun dapat dibarengi dengan penataan ulang kawasan pasar secara menyeluruh, sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Tohaga dapat kembali bergairah.
“Pedagang di dalam Pasar Tohaga mengeluh sepi, sehingga banyak yang akhirnya ikut berjualan sebagai PKL. Pasar Tohaga harus dikelola lebih profesional,” katanya.
Selain itu, Mad Husin menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam proses penataan. Ia menyarankan agar pemerintah melibatkan warga, pedagang, dan tokoh masyarakat dalam perencanaan.
Menurutnya, rencana Bupati Bogor untuk menata kawasan Pasar Parung merupakan langkah positif yang patut didukung, namun harus tetap memperhatikan aspirasi masyarakat.
“Saat kunjungan Bupati, lebih banyak pejabat yang hadir dibandingkan masyarakat dan pedagang. Akibatnya, usulan yang muncul justru rencana pembangunan pasar ikan hias, yang berpotensi menambah kesemrawutan,” pungkasnya. [] Fahry
