Kota Bogor

DKPP Kota Bogor Sosialisasikan Antisipasi Penyebaran Covid-19

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar sosialisasi virus corona dan bimtek surveilanse serta tindakan respon penyakit hewan menular di Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Rabu (4/3/2020).

Kepala DKPP Anas Rasmana mengatakan selain menangani sayuran dan buah buahan DKPP juga menangani kehewanan. Untuk hewan ini ada yang disebut dengan hewan zoonosis yaitu hewan yang bisa menularkan penyakit ke hewan lain dan manusia seperti kelelawar dan tikus.

Dengan demikian, terkait dengan merebaknya virus corona, pihaknya juga ingin mengetahuai seberapa jauh pengaruh hewan yang menjadi penyebab adanya penyakit baru tersebut.

“Kami mendatangkan para ahli untuk menyampaikan bagaimana menangani dan menanggulangi virus corona tersebut,” kata Anas.

Anas berharap agar masyarakat mewaspadai binatang peliharaan dan ternak supaya tidak menjadi sumber penyakit.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan apabila terdapat gejala-gejala yang mencurigakan segera laporkan kepada kami, kami juga siap memberikan layanan agar mereka bisa terhidar dari penyakit-penyakit hewan,” jelasnya.

Baca juga  Corona Meluas, UKM di Kabupaten Bogor Produksi Wastafel Portable

Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan persatuan dokter Indonesia mencari titik titik yang menjadi tempat diduga spesies hewan tertentu yang bisa menimbulkan virus.

“Kita akan datangi dan observasi demi menjaga Kota Bogor tidak menjadi wabah penyakit atau virus yang bersumber dari hewan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid peternakan Drh, Wina menuturkan Tujuan kegiatan pagi ini adalah untuk memberikan informasi terkait penyakit infeksi baru diantaranya Covid-19.

“Kita ingin memberikan informasi yang benar dan meluruskan persepsi yang salah serta mitor mitos yang beredar dimasyarakat mengeneai covid 19,” ujar Wina.

Ia berharap masyarakat tetap tenang, tidak panik secara berlebihan, karena penyakit ini bisa diatasi dan dikendalikan.

“Tujuan kita mencari formula bagaimana kita melakukan langkah langkah upaya antispasi, pencegahan, tidakan diteksi dini dan respon cepat serta pengendalian penyakit covid-19,”pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 46 = 47

Terkini

To Top