Dinsos Kota Bogor Latih 270 Anggota Karang Taruna untuk Pendataan Sosial
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggandeng Karang Taruna untuk memperkuat upaya penanganan persoalan sosial melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan multimedia yang diselenggarakan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor di Bale Rakyat, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa (21/7/2026).
Pelatihan yang mengusung tema “Semangat Baru Karang Taruna untuk Bogor Beres, Bogor Maju dalam Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial di Kota Bogor” itu tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan anggota Karang Taruna di bidang multimedia, tetapi juga membekali mereka untuk terlibat dalam pendataan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan Karang Taruna memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, setelah mengikuti pelatihan, para peserta akan diterjunkan membantu pemerintah melakukan pendataan di lapangan, mulai dari anak putus sekolah, balita stunting hingga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
“Peran Karang Taruna bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi persoalan sosial di Kota Bogor. Setelah pelatihan ini, mereka kami dorong ikut membantu proses pendataan sehingga program pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” ujar Jenal.
Ia mengatakan, data tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program intervensi, termasuk pelatihan kewirausahaan bagi warga yang menganggur.
Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nadzarullah, menyampaikan bahwa organisasinya siap mendukung program pemerintah karena memiliki tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, pelatihan diikuti sekitar 270 peserta yang dibagi ke dalam tiga gelombang selama tiga hari. Hari pertama diperuntukkan bagi ketua Karang Taruna tingkat kelurahan dan kecamatan, sedangkan hari berikutnya diikuti para pengurus dari masing-masing wilayah.
Selain mendapatkan materi multimedia, para peserta juga dipersiapkan untuk terlibat dalam proses verifikasi dan validasi data sosial yang menjadi program Dinas Sosial Kota Bogor.
“Setelah kegiatan ini selesai, seluruh peserta akan langsung turun ke wilayah masing-masing. Kami diberi target selama satu bulan untuk membantu menyisir sekitar 91 ribu data, termasuk melakukan pengecekan data desil dan BPJS nonaktif agar kondisi di lapangan benar-benar sesuai,” kata Asep. [] Ricky
