Kota Bogor

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Program PEKA, Bekali Ahli Waris Berwirausaha

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memastikan perlindungan pekerja tidak berhenti pada penyerahan santunan kepada ahli waris. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA), penerima manfaat didorong kembali produktif melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.

Program PEKA telah dijalankan BPJS Ketenagakerjaan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari penguatan manfaat jaminan sosial melalui pemberdayaan ekonomi. Hingga saat ini, secara nasional Program PEKA telah diikuti 908 peserta. Program ini terus diperluas agar manfaat jaminan sosial tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi bekal membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA lahir dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk menghadirkan nilai layanan yang berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Baca juga  35 Hari Usai Perawatan, Atang Trisnanto Sembuh dari Covid-19

Ia menegaskan, secara regulasi tugas BPJS Ketenagakerjaan memang selesai setelah manfaat diserahkan kepada peserta atau ahli waris. Namun secara moral, BPJS Ketenagakerjaan merasa memiliki tanggung jawab untuk membantu keluarga penerima manfaat agar mampu bangkit dan kembali menggerakkan perekonomian keluarganya.

Saiful menjelaskan Program PEKA dikembangkan melalui konsep 3P, yaitu Pelatihan, Produktif, dan Profit. Peserta dibekali keterampilan dan pengetahuan, didampingi mengembangkan usaha, hingga diharapkan mampu memperoleh pendapatan yang berkelanjutan bagi keluarganya.

“Keberhasilan Program PEKA bukan diukur dari banyaknya pelatihan yang diberikan, tetapi dari semakin banyak keluarga pekerja yang kembali memiliki penghasilan, mampu mengembangkan usahanya, dan hidup mandiri. Bagi kami, keberhasilan perlindungan tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi dari sejauh mana manfaat tersebut mampu membantu keluarga pekerja bangkit, mandiri, dan melanjutkan masa depan dengan lebih baik,” tutup Saiful.

Baca juga  Burhanudin dalam Sosialisasi Pilkades: Kades Harus Peka Perkembangan Desa 

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota, Bayu Marwanto, menyampaikan bahwa Program PEKA menjadi wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat jaminan sosial tidak hanya hadir saat risiko terjadi, tetapi juga mampu menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga pekerja.

“Melalui Program PEKA, kami ingin para ahli waris tidak hanya menerima santunan sebagai bentuk perlindungan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan pendampingan, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi bersama berbagai mitra strategis, kami berharap para peserta mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri sehingga kesejahteraan keluarganya dapat terus terjaga,” ujar Bayu.

Ia juga menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota akan terus mendukung implementasi Program PEKA melalui sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga  Pemkot Bogor Kucurkan Rp3,8 Miliar untuk Sekolah Ibu

“Kami mengajak seluruh pekerja untuk memastikan dirinya telah terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan jaminan sosial bukan hanya memberikan manfaat ketika risiko kerja terjadi, tetapi juga menghadirkan kepastian dan harapan bagi keluarga untuk tetap memiliki masa depan yang lebih baik. Program PEKA merupakan bukti bahwa negara hadir tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi bagi keluarga pekerja,” tutup Bayu.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top