Curi Mebel Dosen, Office Boy IPB Masuk Penjara


BOGOR-KITA.com  – Sepak terjang pelaku pencurian, AN (31) Office boy Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AN (31), yang sudah bekerja 8 tahun, tak menyangka dirinya akan menginap di hotel prodeo. Dia tak menyangka, kolaborasinya bersama RH (42) seorang pengepul kertas bekas keliling membobol ruang kerja dosen Fakultas Ekonomi Managemen (FEM) Kampus IPB Dramaga berakibattragis bagi keluarganya.

 Keduanya ditangkap setelah dilaporkan para dosen yang mengaku kehilangan sejumlah peralatan kantor seperti bangku meubel untuk meja kerja, lemari filling cabinet dan lemari besi pada Kamis (16/10).

“Kita langsung lakukan olah TKP dan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Berdasarkan kecurigaan para saksi saksi, tim buser Jatanras langsung memburu dan membekuk kedua tersangka di kediamannya masing-masing,” kata Kanit Reskrim Polsek Dramaga Iptu Asep Saepudin kepada PAKAR, Jum’at (17/10).

Dibeberkan Iptu Asep, penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku AN yang diciduk dari rumahnya di Kampung Laladon Cilauk, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas. Sedangkan, RH (42) ditangkap di Kampung Dramaga Tanjakan Kaler, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga pada Jum’at (17/10) pagi.

Saat dibekuk, kata Iptu Asep, petugas tidak berhasil menemukan barang bukti hasil curian. Namun setelah diinterograsi, pelaku mengakui barang tersebut sudah dijual ke Toko CT, penjual alat kantor bekas yang ada di Jalan Raya Margajaya, Kota Bogor Barat.
"Bersama tersangka kami pun langsung menuju toko dimaksud dan menyita seluruh barang barang curian AN dan RH. Namun sayangnya ada sebagian yang sudah laku terjual, sedang yang tersisa kami bawa ke polsek untuk dijadikan barang bukti," ungkapnya.
Ditegaskan Ipda Asep lagi, barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya 5 buah kursi meubel kantor dan satu Lemari filling cabinet. "Sedangkan barang lainnya sudah dijual oleh si pemilik Toko CT kepada konsumen. Akibat tindak pencurian ini, IPB mengalami kerugian sebesar Rp44,5 juta," bebernya.
Asep mengatakan, AN sendiri diancam Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP dengan ancaman kurungan selama 7 tahun. Sementara tersangka RH (42) akan dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP tentang Pencurian dan pasal 480 sebagai penadah dengan ancaman di atas 7 tahun.
Tak hanya itu, Polsek Dramaga juga sudah melayangkan surat panggilan kepada pemilik Toko CT sebagai saksi. Jika hasil penyelidikan nanti ternyata si pemilik toko juga terbukti bersekongkol dengan kedua tersangka, maka akan dijerat pasal 480 yakni sebagai penadah.
Sementara itu, tersangak AN, mengakui perbuatannya, dan dilakukan karena terdesak biaya pengobatan ibunya yang sakit keras. menurutnya, bangku yang dicurinya dari ruang kerja dosen itu dijual Rp50 ribu per buah, dan filling cabinet berserta lemari besi dijual seharga Rp400 ribu. "Saya terpaksa melakukan ini  untuk biaya pengobatan ibu saya."pungkasnya.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *