Ilustrasi /tes covid-19

Begini Corona Menulari Melalui Udara

BOGOR-KITA.com, JAKARTA – Beberapa kajian menunjukkan secara teoritis Covid-19 dapat ditularkan lewat udara. “Teori-teori yang ada mengindikasikan bahwa: tetesan cairan pernapasan dapat menghasilkan partikel udara lewat proses penguapan, dan aktivitas bernapas serta berbicara turut mengeluarkan partikel udara. Dengan demikian, seseorang yang menghirup udara mengandung partikel virus dengan jumlah cukup pun dapat tertular penyakit,” demikian disampaikan WHO.

Sebagaimana diketahui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui, adanya bukti penyebaran virus corona (Covid-19) melalui udara. Pengakuan WHO dirilis melalui rangkuman ilmiahnya, Kamis (9/7/2020).

Itu menyusul sebanyak 239 ahli kesehatan dari 32 negara yang mendesak kepada WHO untuk memperbarui dan merevisi soal rekomendasi penanganan Covid-19 dengan banyaknya temuan penyebaran pandemi tersebut dari udara.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia itu menyatakan,  bahwa virus yang menyebabkan Covid-19 umumnya menyebar lewat droplet atau percikan yang keluar dari hidung dan mulut orang yang terinfeksi. Droplet ini, kata WHO, turun ke tanah dengan cepat.

Namun, laporan ilmiah WHO itu sudah diperbarui. Rangkuman ilmiah berjudul “Transmisi SARS-CoV-2: implikasi untuk langkah pencegahan” pertama kali terbit di laman resmi WHO pada 29 Maret 2020. Kemudian diperbarui setelah adanya beberapa laporan terbaru mengenai kemungkinan penularan Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), lewat udara.

Dalam rangkuman tersebut, WHO menyebutkan Covid-19 dapat menular lewat udara saat ada aktivitas medis yang menghasilkan partikel udara (aerosol). Beberapa temuan turut melaporkan ada tenaga kesehatan yang positif Covid-19 padahal mereka tidak melakukan prosedur medis tersebut.

Menurut WHO, sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan jejak RNA SARS-CoV-2 yang cukup di udara, khususnya dalam ruangan yang ditempati oleh pasien Covid-19.

“Dalam sampel yang menunjukkan ada jejak virus, jumlah RNA yang terdeteksi sangat rendah, sehingga tidak dapat memastikan virus dapat ditularkan lewat udara,” jelas WHO.

Meski begitu, WHO mengakui kemungkinan Covid-19 dapat ditularkan lewat udara dalam ruangan tertutup dengan ventilasi buruk.

“Beberapa laporan penularan COVID-19 terkait dengan ruangan tertutup yang dipadati banyak orang. Kasus itu membuka kemungkinan adanya penularan lewat kombinasi antara udara dan tetesan cairan pernapasan (droplet), misalnya saat latihan paduan suara, di restoran, atau di kelas-kelas olahraga di pusat kebugaran,” tulis WHO dalam rangkumannya. [] Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *