Sosialisasi Gemarikan

Anggota DPR RI Bersama Bima Arya Sosialisasikan Gemarikan

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. Hj Endang S. Thohari DESS. M. Sc bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto melakukan safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk menangkal covid-19 di kediaman Endang Setyawati Thohari, Baranangsiang Indah A2 Kelurahan. Katulampa Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (18/6/2020).

Total ada 400 Kepala Keluarga (KK) di Kota Bogor mendapatkan produk olahan ikan dari mulai sambal, mie hingga biskuit.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, di masa pandemi covid-19 ini masyarakat harus banyak makan protein ikan untuk membuat imun tinggi. Ikan ini penting, pertama untuk kesehatan, kedua peluang bisnis usaha kesejahteraan di tengah berbagai macam tekanan ekonomi.

“Jadi konteksnya kesehatan dan kesejahteraan. Bogor alhamdulillah bagus program Gemarikan ini, tingkat konsumsi baik ikan segar maupun ikan olahan mulai meningkat. Tapi teknisnya harus terus dikembangkan, makanya dibantu oleh bu Endang dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ucap Bima.

Menurut Bima, saat ini UKM olahan ikan sudah banyak di Kota Bogor, tinggal satu teknologi, kedua dibuka ke pasar yang luas.

“Ya, perlu dibukakan ke pasar, karena idenya bagus cuma pintu-pintu untuk mengenalkan produk ini harus lebih banyak lagi,” katanya.

Sementara, Endang Setyawati Thohari mengatakan, ikan ini belum dikenal oleh masyarakat luas, padahal budidaya ikan di Kota Bogor itu cukup tinggi, tapi sosialisasinya kurang. Makanya KKP sangat antusias untuk menyosialisasikan alternatif daripada daging yaitu ikan, karena lebih murah dan laut di Indonesia cukup luas akan tetapi produksinya belum dimanfaatkan dengan optimal terutama hasil panen.

“Karena ikan kesulitannya dipasarkan harus segar, jadi sekarang harus ada teknologi yang unggul yang bisa mengolah ikan dengan mudah dan bisa awet tanpa bahan pengawet berbahaya. Binaan UKM saya banyak di sini tapi di sini saya undang perwakilan saja, ada banyak variasi, yang baru mie dan kroket. Olahan lain sudah banyak apalagi sambal mulai dari sambal roah khas Sulawesi Selatan sampai Sambal Bandung. Karena keaneka ragaman hayati kita nomor dua di dunia, budaya kita juga cukup luas sehingga inovasi-inovasi kita perluĀ  dikembangkan sesuai budaya lokal setempat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bisnis ikan cukup bagus, namun di Indonesia itu kurang koordinasi, jadi egosektoralnya tinggi. Ini yang harus diubah supaya ada koordinasi lebih baik kedepannya antara Kementrian Pertanian, Kementrian Kelautan dan perikanan serta kementrian LHK dan bulog untuk pemasarannya.

“Konsumsi ikan di tiap daerah itu berbeda, Kalau Kota Bogor ikan mujair tapi kalau Cianjur beda lagi karena dekat laut jadi tergantung dari lokasinya,” ujarnya

Ia menambahkan pembagian paket untuk Kota Bogor sebanyak 400 paketĀ  berbeda dengan Cianjur yaitu 600 paket. karena Cianjur angka kemiskinannya lebih tinggi.

“Untuk isinya ada pempek, sambal dan baso tahu, intinya berbahan baku ikan. Ini diproduksi oleh UKM setempat, selain itu kementerian juga ingin membuat pasar bersih ikan, dan ibu-ibu di perumahan ingin memiliki apartemen lobster dan kepiting,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Trisna Ningsih menuturkan, angka konsumsi ikan masyarakat Kota Bogor masih rendah, itu kemungkinan karena imagenya masyarakat bahwa makan ikan itu bau amis dan susah mencarinya, tapi ternyata itu tidak benar. Karena ikan ada dimana-mana dan harganya murah, ternyata ikan pun sekarang ada ikan olahan yang dijadikan mie, sambal, tahu, biskuit ikan dan lainnya.

“Jadi tidak ada kekhawatiran bagi ibu-ibu dan anak anak. Kemungkinan ikan itu habis terjual, sehingga kami tidak hentinya memberikan sosialisasi gemar makan ikan, membuat sosialisasi lewat medsos bahwa kita masyarakat Indonesia harus makan ikan. Makanya gerakan kita ini supaya masyarakat mau makan ikan dan ikan itu banyak manfaatnya dan dalam kondisi saat ini bisa menambah imun tubuh,” pungkasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *