Aerogreen karya mahasiswa IPB University

Aerogreen, Solusi Urban Farming Masa Kini

BOGOR-KITA.com – Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi penduduk tinggi, ketersediaan pangan yang cukup merupakan suatu keharusan. Namun, pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia masih banyak bergantung pada produk impor bahan makanan. Hal tersebut salah satunya dikarenakan produk lokal yang belum mencukupi kebutuhan pangan tersebut. Selain itu, jumlah lahan yang digunakan untuk menanam produk lokal minim, khususnya di daerah perkotaan. Oleh karena itu, tren urban farming atau pertanian perkotaan dengan lahan yang sempit sedang menjadi tren yang berkembang di masyarakat.

Lima mahasiswa IPB University mencetuskan aplikasi urban farming tersebut dalam bentuk aeroponik dengan rumah kaca. Mereka terdiri dari Agung Maulana Furqon, Nur Khasan Fatoni, Hana Rafidah, Citra Ayu Dewanti, dan Tangguh Ranggiyuwana Izza di bawah bimbingan dosen IPB University,  Lilis Sucahyo, S.TP, M.Si. Ide urban farming tersebut diusulkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan judulnya “Aerogreen: Penjualan Aeroponik dengan Rumah Kaca untuk Pertanian Perkotaan/Urban Farming”.

“Saat ini masyarakat perkotaan sedang tren melakukan budidaya hidroponik, tapi tidak diikuti dengan perlindungan pada tanaman hidroponik, sehingga kadang tanamannya mudah diserang hama. Akhirnya kami membuat ide dari permasalahan tersebut yakni dengan pembuatan rumah kaca tanpa membutuhkan lahan yang besar, jadilah ide Aerogreen ini,” tutur Agung, Ketua Tim Aerogreen dalam rilis yang diterima BOGOR-KITA.com, Senin (24/6/2019).

Aerogreen disusun menggunakan kerangka pipa besi berbentuk segi delapan dengan tinggi 170 centimeter yang ditutup oleh styrofoam sebagai dinding. Dinding tersebut memiliki 96 netpot sebagai tempat budidaya tanaman sayuran. Agar nutrisi tanaman tetap terpenuhi, di dalam kerangka tersedia pompa air dan nutrisi berupa larutan Abmix. Instalasi tersebut ditutup dengan screen yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari hama dan pada bagian atap ditutup dengan plastik ultraviolet agar tidak terkena hujan. 

Keunikan dari Aerogreen yakni ukurannya yang bisa disesuaikan dengan luas lahan (customable), dan mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya (portable). Selain itu, harga dari Aerogreen lebih terjangkau yakni dibandrol sebesar Rp 2,5 juta dengan 96 netpot apabila dibandingkan dengan hidroponik atau aeroponik biasa yang jumlah lubangnya hanya 30 namun dijual sekitar  satu juta rupiah.

“Dengan adanya Aerogreen ini, apabila satu rumah tangga saja memiliki satu instalasi, maka kesehatan sayuran yang dikonsumsi sehari-hari lebih terjamin karena budidaya sayurnya dapat dirawat dan dikontrol sendiri,” tutup Agung. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *