Regional

Vaksin Segera Tiba: Depok Duluan, Bogor Bekasi Kemudian

BOGOR-KITA.com, DEPOK –  November yang dijadwalkan mulai dilakukan vaksinasi, sudah dekat. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, ada sebanyak 9,1 juta warga di Republik Indonesia rencananya akan divaksinasi pada November hingga Desember 2020 dengan vaksin yang dibeli pemerintah pusat dari tiga produsen vaksin luar negeri.

“Provinsi Jabar mengajukan alokasi bagi 3 juta warga Jabar khususnya untuk wilayah Bodebek karena merupakan daerah epidemiologi tinggi,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Puskesmas Poned Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020), dilansir dari jabarprov.gi.id.

Kota Depok diproyeksikan menjadi daerah pertama di Jabar yang melakukan vaksinasi COVID-19. Setelah itu, disusul empat daerah lain di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) akan melakukan vaksinasi COVID-19.

Emil berada di Depok juga dalam rangka meyambut vaksin yang segera tiba, yakni menghadiri simulasi penyuntikan vaksin.

“Simulasi ini akan mengetahui satu puskesmas dapat melakukan penyuntikan berapa kali. Misal sehari 100 orang, kami hitung berapa jumlah puskesmas di Depok. Lalu, dikalikan jumlah sasaran yang ditargetkan. Itu pentingnya simulasi ini,” kata Kang Emil.

Baca juga  Jawa Barat Luncurkan Siberli, Aplikasi Anti-Pungli

Kang Emil mengikuti semua rangkaian simulasi. Mulai dari screening, cuci tangan, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, proses penyuntikan, sampai menunggu 30 menit untuk melihat reaksi vaksin.

Menurut Kang Emil, pihaknya akan membuat sejumlah skenario untuk vaksinasi. Jika kapasitas puskesmas dinilai kurang, pihaknya akan menyiapkan gedung-gedung publik sebagai tempat penyuntikan vaksin.

Begitu juga apabila tenaga kesehatan vaksinasi kurang. Pemda Provinsi Jabar akan membuka pendaftaran relawan tenaga kesehatan dengan sejumlah kriteria.

“Nanti ketahuan jumlah orang perhari yang divaksin. Apakah jumlah puskesmas yang ada di Depok dan Jabar cukup? Kalau tidak cukup, berarti gedung serbaguna, gedung olahraga, dan gedung lain akan kita jadikan tempat vaksinasi,” ucapnya.

“Kalau jumlah tenaga vaksinnya juga tidak cukup, berarti kita buka relawan sesuai kriteria untuk jadi penyutik dan tim panitia,” imbuhnya.

Vaksinasi COVID-19 diprioritaskan bagi orang yang berisiko tertular, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan di laboratorium rujukan COVID-19, dan TNI/Polri.

Kang Emil mengatakan, vaksinasi dilakukan kepada warga yang berusia 18-59 tahun. Warga yang berusia diluar rentang tersebut, katanya, akan disuntik vaksin apabila mendapat rekomendasi dari dokter.

Baca juga  Banjir kembali Rendam Desa Tegalwaru Karawang

Kang Emil mengatakan, dengan adanya penyuntikan vaksin COVID-19 pada November-Desember 2020, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak langsung menghilang. Masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M sampai kondisi pulih.

“Seperti cacar di dunia, setelah divaksin grafik turun. Begitu juga COVID-19, tidak akan hilang langsung 100 persen, karena bertahap. Yang pasti warga Depok kami prioritaskan sebagai kota pertama dapat vaksin ini,” katanya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 3 =

Terpopuler

To Top