Regional

Vaksin Segera Tiba: Jabar Sudah Punya 1.094 Orang Vaksinator Terlatih

BOGOR-KITA.con, DEPOK –  Jawa Barat sudah punya 1.094 orang vaksinator terlatih. Jumlahnya akan terus ditambah. Mereka akan didukung oleh 85 ribu orang tenaga kesehatan.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Marion Siagian yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar dalam ekspose strategi pelaksanaan vaksinasi di hadapan Gubernur Jabar, Kamis (22/10/2020).

Tahap pertama vaksinasi dijadwalkan mulai dilakukan di seluruh Indonesia pada November sampai Desember 2020.

Jumlahnya di seluruh Indonesia untuk tahap pertama sekitar  9,1 juta orang.

Menurut Marion Siagian, vaksinasi di Jabar menyasar 36 juta warga rentang usia 18-59 tahun dari total penduduk hampir 50 juta jiwa.

Marion merinci, jumlah kebutuhan vaksin di Jabar mencapai 72.145.938 dosis, di mana satu orang mendapatkan dua dosis penyuntikan sehingga sasaran vaksinasi sebanyak 36.072.969 orang.

“Untuk warga 60 tahun ke atas dan 18 tahun ke bawah, kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Kesehatan, apakah diikutsertakan (dalam vaksinasi) atau tidak,” kata Marion.

Baca juga  Jabar Provinsi Peduli Konsumen Terbaik se-Indonesia

Terkait prioritas sasaran vaksinasi, Marion mengatakan, prioritas pertama sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi adalah tenaga kesehatan (nakes) dan TNI/Polri dengan kebutuhan 315.564 dosis vaksin untuk total sasaran sekitar 157.782 orang di Jabar.

“Lalu untuk kelompok pelayanan publik sebanyak 95.248 orang dengan kebutuhan vaksin 190.496. Kami masih meng-update terus supaya pada hari-H (vaksinasi) semua kelompok prioritas ini bisa tercakup,” ucapnya.

Untuk proses vaksinasi, Marion mengatakan bahwa pihaknya akan menambah jumlah tenaga vaksinator terlatih yang saat ini sudah mencapai 1.094 orang. Sementara tenaga kesehatan di Jabar total berjumlah 85 ribu orang.

Vaksin sendiri nantinya harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celsius. Marion berujar, pihaknya terus melakukan asesmen pada alat pendingin di seluruh tempat fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Jabar.

“Vaksin itu mulai dari pengiriman sampai ke tubuh penerima harus dalam keadaan baik, harus disimpan di suhu 2-8 derajat Celcius. Untuk itu, kami melakukan asesmen terhadap kulkas-kulkas untuk penyimpanan vaksin di semua fasyankes,” ujar Marion, dilansir dari jabarprov.go.id. [] Admin

Baca juga  Pemdaprov Siap Layani 18 Juta Pemudik Jabar dan yang Melintasi Jabar
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 3 =

Terpopuler

To Top