Regional

Bank bjb Sudah Salurkan Rp5,34 Triliun Dana PEN Sektor Padat Karya

BOGOR-KITA.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memuji kinerja bank bjb yang telah berhasil menyalurkan dana untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp5,34 triliun.

“Breaking news adalah bank bjb melebihi target dalam penyaluran dana PEN). Target per Desember menyalurkan Rp5 triliun. Dana dari pemerintah pusat Rp2,5 triliun, dana sendiri Rp 2,5 triliun. Dana itu sudah habis. Performa penyalurannya sudah habis,” kata Ridwan Kamil dilansir dari jabarprov.go.id, Jumat (23/10/2020).

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi, mengatakan, berdasarkan catatan perseroan per 18 Oktober 2020, bank bjb sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp5,34 triliun.

Artinya, target leverage 2 kali lipat sebesar Rp5 triliun telah terlampaui dalam hitungan kurang dari tiga bulan sejak gelontoran dana sebesar Rp2,5 triliun diterima perseroan pada akhir Juli 2020. Angka realisasi kredit PEN bank bjb hingga pertengahan Oktober itu mencapai 106% dari target.

Baca juga  Pemprov Jabar Larang Perayaan Tahun Baru 2021

Menurut Dirut bank bjb Yuddy Renaldi, kesuksesan bank dalam menyalurkan kredit ini tidak bisa dilepaskan dari strategi pembiayaan yang dirancang. Berdasarkan strategi induk, bank bjb fokus menyalurkan pembiayaan di sektor produktif padat karya.

“Sejak awal masa pandemi, bank bjb langsung bergerak cepat merespons dinamika yang terjadi. Strategi pembiayaan juga disesuaikan sedemikian rupa dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan dinamika yang terjadi. Susunan rencana yang matang ini terbukti ampuh dan dapat diandalkan untuk menunjang kesuksesan upaya stimulasi melalui program PEN,” kata Yuddy.

Dalam pelaksanaanya, bank bjb memokuskan penyaluran pembiayaan pada segmen korporasi dan komersial, serta UMKM yang punya daya pengaruh signifikan sekaligus terbilang prospektif. Langkah ini terbilang manjur dalam mendorong ekspansi kredit PEN bank bjb.

Baca juga  Ridwan Kamil : Sinergitas dan Kerja Sama APEKSI Kunci Kemajuan Indonesia

Perusahaan juga bertopang pada program bjb PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional Tangguh & Sejahtera) yang didukung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Program ini dibentuk untuk menyelaraskan kepentingan bisnis agar bergerak dalam koridor pemulihan ekonomi.

“Kami juga secara disiplin dan ketat mempraktikkan prinsip prudential banking sebagai upaya mitigasi risiko sejak dini. bank bjb ingin memastikan agar fasilitas pembiayaan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para mitra sehingga memberikan efek domino bagi kebangkitan ekonomi,” ujar Yuddy.

Sejumlah sektor ekonomi produktif dan padat karya yang menjadi penerima dana PEN bank bjb antara lain pertanian, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Secara total, jumlah debitur yang beroleh stimulasi pembiayaan dari kucuran dana PEN bank bjb ini lebih dari 10 ribu.

Baca juga  Indonesia Negara Adidaya di 2045, Milenial Harus Kompetitif

Keberhasilan penyaluran dana PEN oleh bank bjb ini membuktikan komitmen kuat yang hinggap di tubuh perseroan.

Pencapaian ini sekaligus menggenapi rentetan keberhasilan bank bjb dalam mencatatkan pertumbuhan positif sejak awal tahun. Dengan bekal sedemikian rupa,  bank bjb berada dalam posissi sangat siap jika kemudian mendapat mandat untuk kembali menyalurkan penbiayaan PEN oleh pemerintah. Bekal keberhasilan ini juga membuat Gubernur Ridwan Kamil percaya diri melobi pemerintah pusat agar bank bjb kembali mendapatkan kepercayaan dalam mendukung penuh kesuksesan program pemulihan ekonomi. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top