Kota Bogor

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa Baru SMP di Kota Bogor Wajib Bawa Bibit Pohon Saat MPLS

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menjadikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai momentum menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik baru.

Gerakan tersebut ditandai dengan penanaman pohon di SMPN 18 Kota Bogor yang dipimpin Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Rabu (15/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Dedie bersama Ketua OSIS dan pengurus sekolah menanam pohon buah serta pohon pelindung sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan di lingkungan sekolah.

Dedie mengatakan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap ancaman perubahan iklim yang terjadi akibat aktivitas manusia.

“Di masa depan itu jangan kondisi global warming menjadi global disaster. Sehingga penyadaran ini harus juga muncul dari generasi muda. Kita mengajak siswa siswi SMP di Bogor untuk peduli, mau melestarikan lingkungan. Kita mulai dari SMPN 18, mudah-mudahan bisa direplikasi di semua sekolah hingga pada akhirnya Bogor akan tetap hijau lestari,” ujar Dedie.

Baca juga  SIM Keliling di Kota Bogor Rabu 3 Mei 2023, di Lippo Plaza Keboen Raya

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan Kota Bogor telah menerbitkan surat edaran agar kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh SMP selama MPLS. Menurutnya, gerakan penghijauan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk memastikan setiap tanaman yang ditanam dirawat hingga tumbuh dengan baik.

“Yang penting memastikan tanaman yang ditanam itu dimonitor pertumbuhannya, perkembangannya, sampai betul-betul dirawat dengan baik dan menghasilkan oksigen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa seluruh siswa baru SMP diminta membawa satu bibit tanaman saat MPLS. Jenis tanaman yang dibawa tidak dibatasi, mulai dari pohon pelindung, pohon buah hingga tanaman sayuran.

Menurut Herry, kebijakan tersebut bertujuan membangun karakter peserta didik melalui proses menanam, merawat, hingga menikmati hasil tanaman yang mereka pelihara sendiri.

Baca juga  Terdampak Double Track, Pemkab Bogor Diminta Segera Relokasi Gedung SDN Ciadeg I

“Anak-anak yang masuk SMP kita minta membawa satu pohon tiap anak, baik pohon pelindung, pohon buah, bahkan pohon sayuran pun. Tujuannya membangun karakter, karena mereka yang menanam, mereka yang merawat, dan nantinya mereka juga yang menikmati hasilnya,” jelas Herry.

Ia mengakui tidak semua sekolah memiliki lahan yang memadai. Karena itu, penanaman dapat dilakukan secara bertahap selama masa MPLS maupun di luar lingkungan sekolah dengan memanfaatkan ruang terbuka hijau atau taman kota.

“Kalau sekolah lahannya terbatas seperti SMP 1, SMP 7 atau SMP 8, penanamannya bisa dilakukan di lokasi lain, misalnya di taman kota atau kawasan bantaran Sungai Ciliwung. Yang terpenting, anak-anak tetap bertanggung jawab merawat tanaman itu dengan rutin menyiram dan memantau pertumbuhannya,” ujarnya.

Baca juga  Pemkot Bogor Susun  Rencana Manfaatkan Dana CSR untuk Pembangunan

Herry menambahkan, program tersebut saat ini diprioritaskan bagi jenjang SMP. Sementara untuk sekolah dasar (SD), konsepnya akan disesuaikan dengan kondisi lahan, di antaranya melalui penanaman sayuran atau tanaman lain di dalam pot.

Ke depan, lanjut Herry, Pemkot Bogor juga berharap gerakan menanam pohon dapat diikuti sekolah jenjang SMA melalui koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat sehingga menjadi gerakan bersama di seluruh Kota Bogor.

“Kita minta nanti di Bogor berlaku juga untuk jemjamg SMA, jadi berlakunya kota, enggak hanya di depan kewenangan Disdik yang hanya sampai SMP, tapi kota berlaku untuk juga SMA,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top