Komisi IV DPRD Kota Bogor Desak Pembaruan Alkes Posyandu yang Rusak
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera membenahi kondisi alat kesehatan (alkes) dan fasilitas penunjang di Posyandu yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Perbaikan tersebut dianggap penting untuk menjamin pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat tetap berjalan optimal.
Hal itu itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rozi Putra, saat mengikuti rapat pembahasan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 bersama Dinas Kesehatan Kota Bogor dan manajemen RSUD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (8/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Rozi menilai masih ditemukan sejumlah alat kesehatan di Posyandu yang mengalami kerusakan, tidak dapat difungsikan, bahkan sudah tidak memenuhi standar operasional. Menurutnya, kondisi itu perlu segera ditindaklanjuti mengingat sektor kesehatan setiap tahun memperoleh alokasi anggaran.
Ia menegaskan, kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada kesiapan sarana dan prasarana yang tersedia di lapangan.
“Kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah. Jangan sampai masyarakat datang berobat tetapi terkendala karena alat kesehatan tidak tersedia atau fasilitasnya sudah tidak layak,” kata Rozi Putra, Senin (13/7/2026).
Selain persoalan keterbatasan alat kesehatan, Rozi juga menyoroti masih adanya fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan peralatan lama dan sudah tidak layak pakai. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Karena itu, Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Dinas Kesehatan segera melakukan pendataan kebutuhan alat kesehatan di seluruh Puskesmas dan Posyandu di Kota Bogor. Inventarisasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengganti peralatan yang rusak maupun usang agar pelayanan kesehatan berlangsung aman dan maksimal.
Rozi memastikan DPRD, khususnya Komisi IV, akan terus mengawasi penggunaan anggaran di sektor kesehatan agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kami akan terus mengawal agar anggaran kesehatan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bogor. Pelayanan berkualitas adalah hak mutlak warga,” pungkasnya. [] Ricky
