Kab. Bogor

Keluhkan Debu, Warga Tutup Sementara Jalan Provinsi, Minta Penyiraman Ditingkatkan

BOGOR KITA.com, BOGOR – Sejumlah warga Desa Jagabaya, Kabupaten Bogor, menutup sementara akses Jalan Raya Bunar–Parungpanjang pada Selasa (14/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang dinilai berdebu dan mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga.

Warga menutup akses jalan dengan meletakkan beberapa batang bambu dan ranting pohon di badan jalan. Mereka meminta pelaksana proyek perbaikan jalan provinsi meningkatkan frekuensi penyiraman untuk mengurangi debu, terutama pada musim kemarau.

“Saat ini musim kemarau sehingga kondisi jalan semakin berdebu. Apalagi masih banyak kendaraan besar yang melintas. Hal itu sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga,” kata seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif Masih Tinggi, 94, Sembuh Naik Tajam 114, Meninggal Nihil

Menurutnya, proyek perbaikan jalan masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga warga berharap pelaksana proyek melakukan penyiraman secara rutin dengan frekuensi yang lebih banyak.

“Warga meminta penyiraman dilakukan secara rutin dan ditingkatkan agar debu dapat berkurang,” ujarnya.

Aksi penutupan jalan tersebut sempat menghambat arus lalu lintas. Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat mengalami kesulitan melintas karena terdapat bambu dan ranting yang dipasang di badan jalan.

“Sekitar pukul 12.30 WIB saya melintas di lokasi. Kendaraan cukup sulit melewati jalan karena ada bambu dan ranting di tengah jalan,” ujar seorang pengendara mobil.

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Kecamatan Parungpanjang bersama pihak kepolisian memfasilitasi musyawarah antara perwakilan warga dan pelaksana proyek di Kantor Kecamatan Parungpanjang.

Baca juga  Empat Alternatif Jalur Jalan Tambang Parungpanjang

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Parungpanjang, Maman Suherman, mengatakan musyawarah menghasilkan kesepakatan bahwa pelaksana proyek akan meningkatkan frekuensi penyiraman jalan menjadi tiga kali sehari.

“Sudah dilakukan musyawarah dan telah tercapai kesepakatan antara warga dengan pelaksana proyek. Aksi penutupan jalan berlangsung sekitar satu jam dan saat ini kondisi lalu lintas sudah kembali normal,” kata Maman.[] Fahry

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top