Sisa-sisa rumah yang dilahap si jago merah di Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (16/11/2018)

Si Jago Merah lahap Rumah Janda Tua di Jasinga

BOGOR-KITA.com – Sebuah musibah kebakaran  terjadi pada hari Jumat (16/11) sekitar pukul 14.00 WIB di Desa Sipak Kecamatan Jasinga. Si jago merah melahap  satu unit rumah semi permanen milik Ibu Hapsah (69) seorang janda tua yang tinggal di Kp. Sipak RT 04 RW 05 Desa Sipak Kecamatan Jasinga.

“Asal mula api dari dapur tungku milik Bu Hapsah yang sedang memasak lalu ditinggal pergi. Awalnya api melahap dinding rumah yang terbuat dari bilik bamboo, lalu menjkalar dan membakar rumah yang masih setengah permanen,” ungkap Kapolsek Jasinga Kompol Budi Santoso kepada wartawan, di Jasinga, Jumat (16/11/2018).

Kapolsek menambahkan, api yang semakin membesar kemudian menjalar ke rumah kecil Haris (50) yang berada di sebelah rumah milik Hapsah. Melihat kejadian tersebut, warga setempat berdatangan untuk memadamkan api. Bersama aparat Polri, serta dibantu 2 mobil pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, akhirnya api bisa dipadamkan.

“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp75 juta rupiah. Situasi sudah aman kembali dan kondusif,” pungkas Kompol Budi Santoso.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor bulan November 2018, ada 20 kebakaran terjadi di Bumi Tegar Beriman.

Kepala Bidang Penanggulan Damkar Kabupaten Bogor M Zaharry mengatakan, mayoritas kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik yang kelalaian masyarakat. “Selain itu juga dipengaruhi oleh cuaca di Kabupaten Bogor yang saat ini musim kering,” jelas Zaharry.

Namun, potensi kebakaran yang terjadi di musim kemarau ini belum berbanding lurus dengan kondisi tenaga dan fasilitas pendukung di Dinas Damkar Kabupaten Bogor. Sejauh ini, Damkar belum memiliki pos-pos yang mampu merespon cepat kejadian kebakaran yang terjadi di semua wilayah.

Tahun ini, kata Zaharry, pihaknya telah membangun pos damkar di Cileungsi. “Pembangunannya sudah mencapai 80 persen. Mudah mudahan bisa diresmikan tahun depan,” katanya.

Selama ini, kata dia, pos di beberapa sektor yang ada masih sulit bergerak cepat bila ada kebakaran. “Total ada enam pos damkar, meliputi pos Cibinong, Leuwiliang, Ciawi, Ciomas, Parung dan Cileungsi,” bebernya.

“kita tetap berharap kepada Pemkab Bogor untuk lebih memperhatikan Dinas Damkar. Apalagi sebagai pelayan masyarakat yang berisiko tinggi yang tidak hanya memadamkan api melainkan juga sebagai rescue untuk menyelamatkan orang,” katanya menambahkan.

Sebelumnya Sekretaris Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Ma’mur  juga mengaku membutuhkan armada yang sesuai. Ia menjelaskan upaya pemadaman kebakaran di bangunan setinggi puluhan meter memerlukan armada yang dilengkapi mesin tangga otomatis yang disebut mobil belalai.

Namun ia mengakui biaya pengadaan armada tersebut sangat mahal yakni mencapai lebih dari Rp50 miliar per unit. Ma’mur menyadari kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor belum memungkinkan.

“Untuk pemadaman kebakaran Gedung, kita baru bisa lakukan pelatihannya,” kata Ma’mur. [] Admin/PKR



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *