Ilustrasi

Sekda Jabar: Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Signifikan

BOGOR-KITA.com –  Apa kahbar kereta cepat Jakarta-Bandung? Ternyata terus berproses. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, progres pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal tersebut disampaikan usai melakukan rapat terkait kereta cepat di Ruang Kerja Sekda, Gedung Sate Bandung, Selasa (22/1/2019).

Iwa Karniwa  tidak menjelaskan progres signifikan yang dimaksud, misalnya sudah berapa persen selesai, kapan akan   operasional dan lain sebagainya.

Dikutip dari laman KONTAN, Chandra Dwiputra, Direktur Utama proyek yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) mengungkapkan, progres pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung tersebut cukup signifikan. Chandra bahkan sudah punya prediksi bahwa keseluruhan proyek ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan 2021.

Dari segi pembebasan lahan, Chandra Dwiputra mengatakan, progres pembebasan lahan sepanjang 142,3 kilometer sudah mencapai 80 persen dari total kebutuhan lahan atau sepanjang 113 km. Sisanya akan dikejar rampung pada akhir tahun ini.

Adapun 20% yang belum bebas tersebut tersebar di banyak titik. Kebanyakan yang bermasalah ini adalah fasilitas sosial fasilitas umum seperti jalan, masjid dan lain-lain.

“Kami harus terlebih dahulu membangun penggantinya baru itu bisa dan itu sedang proses saat ini.” kata Chandra, Selasa (30/10/2018) lalu.

Sementara untuk pembebasan lahan yang bersinggungan dengan kawasan industri di Karawang juga tengah dalam proses penyelesaian di pengadilan. Seperti diketahui, ada lima pabrik yang terkena dampak dari proyek kereta api cepat tersebut.

Adapun total dana pembebasan lahan yang sudah digelontorkan KCIC dalam membebaskan lahan sudah mencapai Rp 4,5 triliun sampai sekarang. Seluruh pembebasan lahan untuk proyek kereta cepat tersebut merupakan beban KCIC dan sudah masuk dalam total nilai investasi proyek itu yakni US$ 6,071 miliar.

Sedangkan progres konstruksinya, Chandra mengatakan, saat ini masih kecil yakni 3,2 persen dan bahkan sampai akhir tahun KCIC hanya menargetkan konstruksi sampai 8 persen saja.

Menurut Chandra, pihaknya ingin fokus membereskan lahan-lahan yang sudah mereka akuisisi tersebut sehingga saat sudah mulai kontruksi tidak ada gangguan lagi. KCIC baru akan menggeber pekerjaan konstruksi kereta cepat itu di 2019. KCIC menargetkan progres konstruksinya akan mencapai 60% pada akhir tahun depan.

Pekerjaan fisik yang dilakukan saat ini ada di 34 titik. Konstruksi terutama difokuskan pada titik-titik kritis seperti struktur, tunnel, jembatan, dan subgrade. Disebut titik kritis karena nantinya akan bersinggungan dengan fasilitas dan penunjang infastruktur yang sudah ada sebelumnya.

Sebagian jalur kereta cepat ini akan dibangun di terowongan alias tunnel sepanjang 16,8 km. Nantinya, akan ada total 13 tunnel yang akan dibangun yang sebagian besar ada di wilayah Purwakarta dan satu terletak di wilayah Halim karena disana sudah ada proyek LRT dengan panjang 1,4 km. Tunnel terpanjang nanti akan mencapai 4,47 km di wilayah Walini.

Selain melewati terowongan, sepanjang 82,6 km lintasan kereta cepat ini akan dibuat melayang atau elevated. Lalu 19,2 km akan membelah bukit dan 23,58 km berupa embankment atau pematang.

Proyek ini dibangun oleh konsorsium tujuh perusahaan dengan nilai kontrak US$ 4,07 miliar dimana hanya satu kontraktor yang berasal dari Indonesia yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dengan porsi 30%. Selebihnya adalah perusahaan China. Dengan porsi lokal tersebut maka minimal 30% material proyek tersebut menggunakan produk WIKA.

Hingga saat ini, KCIC telah mendapatkan pencairan pinjaman sebesar US$ 810,4 juta yang diperoleh pada April, Agustus, dan Oktober 2018. Pada Desember, KCIC mendapatkan pencairan pinjaman yang keempat sekitar US$ 365 juta. Pinjaman yang sudah diterima tersebut digunakan membayar kontraktor, konsultan, pembebasan lahan, dan lain-lain. [] Admin/dari berbagai sumber

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *