Sidak Pembangunan Hotel Prima, Komisi III Akan Panggil Manajemen Hotel
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan Hotel Prima di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (19/5/2026).
Sidak dilakukan menyusul adanya aduan dari warga RT 01 RW 19 Katulampa yang merasa terganggu dengan aktivitas pembangunan hotel tersebut.
Sidak yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Abdul Rosyid juga dihadiri oleh anggota Komisi III yaitu Ence Setiawan, Jatirin, Karnain Asyhar, Juhana, Eka Wardhana, Tri Riyanto dan Pepen Firdaus.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan langsung kondisi di lapangan sebelum pihaknya memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) maupun manajemen hotel ke gedung DPRD Kota Bogor.
“Kami dari Komisi III menindaklanjuti atas aduan warga masyarakat di pekan kemarin, RT 1/RW 19 Katulampa, atas pembangunan Hotel Prima yang sekarang sedang berjalan ini,” ujar Abdul Rosyid.
Menurutnya, sejumlah keluhan warga di antaranya terkait kebisingan proyek hingga dampak pembangunan terhadap rumah warga sekitar.
“Beberapa poin yang disampaikan oleh warga ternyata memberikan dampak yang kurang baik bagi masyarakat, terutama entah itu kebisingan, bahkan ada beberapa yang kena dampak penutupan jendela di sebelah sana,” katanya.
Ia menegaskan, hasil sidak ini akan menjadi bahan Komisi III untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, termasuk mengecek aspek perizinan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek pembangunan hotel.
“Nah, kami dari sini ingin memastikan langsung sebelum kami memanggil OPD, memanggil pihak hotel nanti ke kami, ke gedung dewan, kami ingin datang langsung ke lokasi seperti apa pembangunannya. Mudah-mudahan langkah selanjutnya kita akan cek bagaimana perizinannya, yang kedua bagaimana amdalnya, bagaimana nanti ke depannya untuk proses pembangunan hotel ini,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Rosyid, Komisi III juga menyoroti potensi kemacetan akibat aktivitas hotel di kawasan Katulampa. Ia mengatakan, keberadaan pusat bisnis harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai agar tidak menimbulkan bottleneck atau titik kemacetan baru.
“Kami juga ingin memastikan bahwa sarana transportasi dari mulai hotel ini sampai ke pertigaan jangan sampai terjadi bottleneck. Karena walau bagaimanapun, ketika terjadi ada pusat bisnis, pusat pendidikan, harus dilengkapi dengan infrastruktur jalan yang memadai,” ucapnya.
Ia memastikan, DPRD Kota Bogor akan segera memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai pembangunan tersebut.
“Pekan depan akan kami langsung panggil pihak terkait, dari mulai OPD dulu yang akan kami panggil, kemudian setelah itu manajemen hotel,” katanya.
Rosyid juga menegaskan, pihaknya tidak segan meminta penghentian sementara pembangunan apabila pihak hotel tidak kooperatif memenuhi panggilan DPRD.
“Ketika manajemen hotel tidak merespons apa yang kami lakukan dalam pemanggilan itu, kami mohon maaf, dengan tegas kami meminta pihak hotel untuk menstop sementara proses pembangunan selanjutnya sampai pihak hotel bisa menjelaskan dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pembangunan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana menilai, persoalan kemacetan di kawasan Katulampa memang sudah menjadi perhatian serius DPRD Kota Bogor.
“Kalau hari ini masyarakat mengeluh bagaimana terganggu aktivitas sehari-hari, ini sudah jadi pemikiran kami bahwa memang harus ada solusi kaitan dengan bottleneck-bottleneck yang terjadi di persimpangan-persimpangan Katulampa, Parung Banteng, terus kemudian Bantar Kemang,” ujarnya.
Menurut Eka, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut saat ini sudah sangat padat dan menghambat mobilitas warga.
“Bisa dibayangkan dari Perumahan Griya Katulampa menuju R3 saja bisa setengah jam lebih,” katanya.
Ia menambahkan, usai sidak ini Komisi III akan melihat kebutuhan pembangunan infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas masyarakat di wilayah Katulampa.
“Selain kami silaturahmi melihat langsung kondisi pembangunan Hotel Prima, setelah ini kami akan melihat bagaimana kebutuhan warga kaitan dengan pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas sehari-hari di wilayah Katulampa ini,” tutupnya. [] Ricky
