Walikota Bogor Bima Arya meninjau kesiapan RW Siaga di Kota Bogor, mengantisipasi pemudik, Kamis (21/5/2020).

RW Siaga Covid-19 di Kota Bogor, Kalau Mudik, Saudara Pun Diisolasi 14 Hari

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kota Bogor cukup ketat mengantisipasi pemudik. Jangankan rekan kerja atau famili jauh, saudara sekalipun, apabila mudik harus menjalani isolasi selama 14 hari.

Situasi ketat seperti ini berlaku di hampir semua RW di seluruh Kota Bogor, dan dijaga oleh warga.

Walikota Bogor Bima Arya, pada Kamis (21/5/2020) meninjau dua titik RW Siaga, yakni di RW 3 di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, dan RW 08 di Komplek Pertanian, Menteng, Bogor Barat

“Saya mengecek di wilayah, terutama di RT/RW, bagaimana mengantisipasi arus mudik. Kebijakan Pemkot melarang mudik keluar dan masuk. Tetapi kalaupun ada yang bandel dan nakal kita harus bisa mengantisipasinya,” kata Bima.

Ia mencontohkan di RW 3, Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal. Pemuda setempat, katanya, secara gotong royong menerapkan RW Siaga dengan sistem piket sebanyak 10 orang per harinya. “Mereka punya satu sistem, di mana kalau nekat mudik harus mengisi formulir kemudian menjalani isolasi 14 hari,” jelasnya.

Selain itu, warga bahu membahu menyediakan dapur umum untuk memproduksi makanan siap santap kemudian dibagikan kepada keluarga kurang mampu terdampak Covid-19.

Baca juga  Pemkot Bogor Dapat Rp55 Miliar untuk Belanja Alkes

Dari tanah Sareal, Bima meluncur ke RW Siaga di RW 08 Komplek Pertanian, Menteng, Bogor Barat.

“Di sini juga sistemnya bagus, warga menerapkan sistem satu pintu keluar masuk area kompleks. Pintu lain ditutup. Bahkan RW 08 ini memiliki ruangan khusus isolasi. Jadi, bagi yang nakal, dan tetap mudik, saudaranya sekalipun, dibawa ke sini, diisolasi di situ (balai RW) selama 14 hari,” terang dia.

Warga juga membangun lumbung pangan, yang dikumpulkan swadaya baik dari warga setempat maupun bantuan dari masyarakat lain untuk kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan atau terdampak Covid-19.

“Saya meminta agar semua RT dan RW lainnya ikut siaga, mengantisipasi para pemudik yang membandel, ini supaya tidak membawa virus masuk ke Kota Bogor,” katanya.

Ketua RW 08 Menteng, Bogor Barat, Zakaria mengatakan, pengetatan sudah dilakukan sejak pertengahan Maret 2020 untuk melindungi warganya dari tertular virus corona.

“Untuk tamu yang masuk ke RW 08 wajib menggunakan masker dan mencuci tangan di pintu gerbang RW 8. Terus di cek suhu tubuhnya, dan mengisi buku tamu sebagai kontrol. Kalau penghuni, cukup cuci tangan dan pakai masker. Tapi sejak ada larangan mudik, kami tambahkan ruangan isolasi khusus,” jelasnya.

Baca juga  Bappenas Jadikan Kota Bogor Pilot Project SDGs

Tempat isolasi itu, imbuhnya, sengaja kita bikin bagi para saudara atau kerabat dan warga yang nekat mudik ke sini. “Semoga tidak terpakai ya,” harapnya.

Dikatakan, pihaknya mengimbau kepada warga yang ada di RW 8 Menteng, Bogor Barat untuk tahun sekarang agar saudaranya dari luar Kota Bogor tidak datang dulu ke sini. Misalkan ada yang nekat, kita tempatkan di tempat isolasi yang tadi,” pungkasnya. [] Hari/prokompim

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *