Kab. Bogor

Penyelesaian Utang Pelanggan Bagian Kesepakatan PT SGC dengan Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor

Direktur Operasional PT SGC, Jonni Kawaldi,

BOGOR-KITA.com, BABAKAN MADANG – Penyelesaian utang pelanggan air adalah bagian dari nota kesepakatan bersama antara PT Sentul City Tbk dengan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor tentang Pengalihan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sentul City. Di dalam nota kesepakatan bersama tersebut Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor membantu penyelesaian utang pelanggan air ketika SPAM masih dikelola oleh PT Sentul City Tbk melalui anak perusahaannya PT. Sukaputra Graha Cemerlang (PT. SGC).

“Dari kurang lebih 6.500 pelanggan air PT SGC terdapat kategori pelanggan yang sudah diputus sambungan airnya karena ada tunggakan. Pelanggan ini meminta Perumda Tirta Kahuripan menyambung kembali airnya, tanpa harus melunasi utangnya,” jelas Jonni Kawaldi, Direktur Operasional PT SGC dalam keterangan persnya, Selasa  (29/3/2021).

Baca juga  Ade Yasin Minta Perumda Tirta Kahuripan Kembangkan Jaringan Layanan Sampai ke Pelosok

Pernyataan Jonni merupakan respons terhadap gugatan sekelompok warga Sentul City ke Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Gugatan dengan register perkara Nomor 28/G/TF/2021/PTUN.BDG tertanggal 19 Maret 2021 itu  dilayangkan Ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung, sebagai upaya hukum atas sikap Perumda Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor  yang tidak kunjung menyambungkan air bersih dan menolak warga menjadi pelanggan air baru sebelum utang airnya ke PT. SGC dilunasi.

Dalam pandangan Jonni, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban termasuk penggunaan air bersih.

“Penggunaan air bersih adalah hak dari warga negara, namun setiap penggunaannya, masyarakat berkewajiban melakukan pembayaran sesuai pemakaian,” tegasnya.

Jonni memaparkan, setelah Pemkab Bogor mencabut izin SPAM,  Bupati Bogor mengeluarkan SK Penunjukan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sebagai pengelola SPAM dan menetapkan masa transisi pengalihan SPAM selama 1 tahun.

Baca juga  Warga Sentul City Apresiasi Kesigapan PT SGC Atasi Terhambatnya Pasokan Air PDAM

Masa transisi selama 1 tahun telah berakhir pada 31 Juli 2020 dan proses pengalihan SPAM belum selesai.

“Untuk kelanjutan operasional paska masa transisi, dibuat Nota Kesepakatan Bersama Pengalihan Pengelolaan SPAM antara kami  dengan Perumda Tirta Kahuripan yang mencakup tentang pengalihan sistim distribusi air bersih meliputi Aset, SDM dan Pelanggan yang merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam peralihan SPAM ini,” jelasnya.

Terkait transfer pelanggan dari SGC ke Perumda Tirta Kahuripan tidak bisa dipisahkan dari catatan histori pembayaran tagihan air (utang).

Khusus pelanggan yang pada saat pengalihan ini statusnya putus sambungan air karena ada tunggakan, maka regulasi sambung kembali mengacu kepada peraturan yang berlaku di Perumda Tirta Kahuripan yaitu pelanggan harus melunasi utangnya terlebih dahulu dan membayar biaya penyambungan kembali. Dalam peralihan ini maka utang air sebelum diputus dibayarkan ke SGC sedangkan biaya penyambungan kembali dibayarkan ke Perumda Air Minum.

Baca juga  Sentul City Tak Patuhi Surat Bupati Nurhayanti Soal Tarif Air

“Sangat tidak masuk akal sikap pelanggan yang diputus sambungan airnya oleh SGC meminta ke Perumda Air Minum diperlakukan sebagai pelanggan baru tanpa melihat histori pembayaran sebelumnya di mana yang bersangkutan memiliki tunggakan air yang belum dilunasi.” tegas Jonni. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top