Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachiem

Pemkot Bogor Terus Koordinasi Cari Kekurangan Bantuan untuk Terdapat Corona

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan koordinasi dengan pihak lain untuk menutupi kekurangan dana bantuan bagi terdampak corona atau covid-19.

Usai mengikuti rapat koordinasi melalui saluran video conference bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan sejumlah kepala daerah lainnya, Minggu (12/4/2020), Wakil walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya sudah memiliki data warga yang terdampak. Sementara dananya terus dikoordinasikan.

Dedie mengatakan, dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Pemkot Bogor, tercatat ada sekitar 71.111 kepala keluarga dan 69.248 jumlah rumah tangga. “Yang tercover oleh APBN dan kartu sembako ada sekitar 63.000 sekian. Dan sisa yang belum tercover ada 8.046 yang kami harapkan dapat dibantu dari alokasi anggaran provinsi,” kata Dedie.

Kemudian, lanjut Dedie, untuk yang non DTKS dari hasil verifikasi yang masih dilakukan sampai dengan saat ini ada 43.531.

“Sementara kuota provinsi dari hasil pembahasan hanya sekitar 31.285. Sehingga sisanya kami akan upayakan dari anggaran Kota Bogor yang jumlahnya sekitar 12.246 orang. Kemudian untuk data pra kerja artinya mereka yang terdampak pekerjaannya atau usahanya serta PHK jumlahnya ada sekitar 46 ribu, yang masih kami akan koordinasikan dengan Menakertrans untuk bagaimana teknis pengalokasian data untuk kartu pra kerja,” jelasnya.

PSBB di Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok. PSBB tersebut akan diberlakukan selama 14 hari dan setelahnya akan dievaluasi, apakah intensitasnya dikurangi atau waktunya ditambah.

“Jadi jangan khawatir warga yang terdampak secara ekonomi, akan kita bantu, baik mereka yang sebelumnya sudah mendapat bantuan PKH, maupun non PKH. Saya akan memastikan tidak akan ada warga yang kesusahan akibat covid ini, khususnya akibat pemberlakuan PSBB.” tegas Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Untuk melakukan pendataan mereka yang akan mendapat bantuan, Kang Emil minta kepada seluruh RW di lima wilayah itu untuk menjadi RW siaga. Siaga mendata, siaga segera melaporkan dan mendata tamu pendatang dan juga siaga menyalurkan bantuan. [] Hari/prokompim

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *