Pemkot Bogor Luncurkan Program Mahasiswa Mengajar 2026, Solusi Atasi Kekurangan 650 Guru
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mengimplementasikan Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di sekolah negeri.
Program hasil kolaborasi dengan Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu resmi diluncurkan bersamaan dengan pembekalan peserta di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan, Senin (20/7/2026).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menjelaskan, kehadiran program tersebut merupakan langkah cepat yang ditempuh pemerintah daerah untuk merespons kebutuhan guru yang masih cukup tinggi di Kota Bogor.
“Program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi atau merespon terjadinya kekurangan guru mengajar,” kata Dedie.
Menurutnya, pengangkatan guru aparatur sipil negara tidak dapat dilakukan secara langsung oleh pemerintah daerah karena harus mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Dedie menyebutkan, selain membantu proses belajar mengajar di sekolah, program tersebut juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sebelum memasuki dunia kerja.
“Jadi para mahasiswa ini dapat menimba ilmu langsung, karena jika biasanya ada di ranah teori, sekarang langsung praktik. Praktik bagaimana menghadapi siswa, bagaimana menghadapi mata pelajaran dan mempersiapkan. Saya pikir ini sesuatu hal yang sangat baik dan tentu dampaknya adalah anak-anak kita juga semakin menerima masukan yang lebih variatif,” ujarnya.
Saat ini Kota Bogor masih menghadapi kekurangan sekitar 650 guru di sekolah negeri. Melalui program tersebut, sebanyak 135 mahasiswa dari berbagai program studi kependidikan akan diterjunkan ke sekolah-sekolah setelah mengikuti pembekalan selama tiga hari.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), pendidikan jenjang menengah, Ilmu Pengetahuan Alam, Matematika, Bahasa, dan bidang pendidikan lainnya.
Rektor Universitas Pakuan, Prof. Didik Notosudjono, menegaskan komitmen kampusnya untuk mendukung pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
“Universitas Pakuan akan mendukung penuh bagaimana ilmu pengetahuan dapat terus disebarluaskan dengan lebih baik, inovatif, dan kreatif ke sekolah-sekolah,” ujar Didik.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor, Maemunah Sa’diyah. Ia menilai program tersebut sejalan dengan kurikulum kampus sekaligus memberi ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi mengajar.
“Karena biasanya program kami itu tiga sampai empat bulan, ini lima sampai enam bulan, sehingga mudah-mudahan mahasiswa lebih memiliki pengalaman langsung dengan guru-guru senior di lapangan dan bisa meningkatkan kemampuan, kapasitas serta kredibilitas yang dimiliki,” kata Maemunah. [] Ricky
