Kota Bogor

Pemkot Bogor Batalkan Rencana Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Bogor yang rencananya akan mulai di 11 Januari 2021 batal dilaksanakan.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan pembatalan belajar tatap muka karena kasus covid-19 di Kota Bogor masih tinggi.

“Kita tidak mau mengambil risiko pembelajaran tatap muka di tanggal 11 Januari, karena walau bagaimanapun kesehatan dan keselamatan siswa dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan harus diutamakan, jadi kita tidak ingin mengambil risiko itu,” ucap Dedie, Senin (4/1/2021).

Dedie mengatakan, penambahan kasus covid-19 di Kota Bogor masih tinggi dengan rata-rata per harinya mencapai 70 kasus, walaupun status masih berada di zona oranye.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Positif 96, Sembuh 92, Cibinong Berbahaya

“Status per hari ini masih zona oranye, tapi zona oranye sekarang dengan zona merah dulu itu berbeda. Dulu waktu zona merah kisaran kasusnya masih 30-an. Tapi sekarang meski tinggi berada di 70 kasus per hari, tetapi untuk statusnya zona oranye. Kenapa masih oranye, karena Depok per hari bisa 200 sampai 300 kasus per hari,” jelasnya.

Menurut Dedie, status zona merah atau zona oranye itu bukanlah hal penting, yang menjadi hal penting itu bagaimana pemerintah mampu menangani pasien secara kuratif.

“Intinya status merah atau oranye itu tidak terlalu penting, yang penting adalah ketidakmampuan kita menangani pasien secara kuratif, karena kapasitas rumah sakit yang hanya 544 tempat tidur, sekarang kasus aktif mendekati 1200-an. Jadi apakah kita mau mengambil risiko kemudian pembelajaran tatap muka di buka kan itu kurang bijaksana,” ujarnya.

Baca juga  Marketing Digital, Buka Peluang Produk Lokal Kota Bogor Masuk Pasar Internasional

Dengan demikian, lanjut Dedie, pihaknya akan memperpanjang program wifi publik yang saat ini sedang berjalan.

“Terkait anggaran wifi publik, saya pikir sudah masuk di dalam anggaran pagu devitinif penambahan atau pemanfaatan wifi publik, jumlahnya sama dan itu kurang lebih masih memadai untuk penambahan profarm,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top