PHRI Desak Pemerintah Optimalkan Jalur Alternatif, Kemacetan Masih Terjadi di Kawasan Puncak Saat Libur Sekolah
BOGOR-KITA.com, CISARUA – Kemacetan masih terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, selama masa libur sekolah. Ribuan kendaraan wisatawan memenuhi jalur utama menuju kawasan wisata tersebut sehingga antrean panjang tidak dapat dihindari.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menilai sedikitnya terdapat tiga titik persimpangan yang menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas, yakni Simpang Pasirmuncang, Simpang Cipayung Girang di Kecamatan Megamendung, serta Simpang Pasar Cisarua.
Sekretaris Jenderal BPC PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto, mengatakan kepadatan arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Puncak maupun sebaliknya dipicu oleh sempitnya ruas jalan di sejumlah persimpangan tersebut. Kondisi itu, kata dia, menyebabkan kendaraan saling berebut ruang sehingga arus lalu lintas melambat, bahkan pada waktu-waktu tertentu tidak bergerak.
“Ini merupakan persoalan lama yang hingga sekarang belum terselesaikan. Persimpangan keluar-masuk Pasirmuncang dan Cipayung Girang berada di ruas jalan yang sempit sehingga menjadi titik penyumbatan arus kendaraan,” ujar Boboy, Minggu (5/7/2026).
Menurut Boboy, selama masa libur sekolah, antrean kendaraan di kedua titik tersebut dapat mencapai sekitar tiga kilometer. Ribuan kendaraan yang hendak menuju berbagai objek wisata di kawasan Puncak harus mengantre cukup lama sebelum melintasi persimpangan.
Ia menilai Pemerintah Kabupaten Bogor perlu segera merealisasikan rencana pelebaran jalan, khususnya di kawasan Simpang Cipayung. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang berulang setiap musim liburan.
“Musim libur merupakan puncak kunjungan wisatawan ke kawasan Puncak. Karena itu, Pemkab Bogor perlu mengevaluasi seluruh titik persimpangan yang sempit untuk dilakukan pelebaran jalan. Dengan begitu, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih lancar dan kemacetan dapat diminimalkan,” katanya.
Boboy menambahkan, perhatian masyarakat selama ini lebih banyak tertuju pada kemacetan di Simpang Gadog. Padahal, menurutnya, kepadatan lalu lintas juga dipengaruhi oleh bottleneck atau penyempitan arus di Simpang Pasirmuncang dan Simpang Cipayung Girang. Setelah kendaraan melewati kedua titik tersebut, arus lalu lintas umumnya kembali bergerak lebih lancar.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi di Simpang Pasar Cisarua yang dinilai turut menyebabkan antrean kendaraan. Aktivitas keluar-masuk kendaraan dari kawasan pasar serta tingginya mobilitas masyarakat di lokasi tersebut disebut memperlambat laju kendaraan, terutama ketika volume wisatawan meningkat.
PHRI Kabupaten Bogor berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut. Selain pelebaran jalan, organisasi itu juga mendorong evaluasi terhadap manajemen lalu lintas di sejumlah persimpangan agar kawasan wisata Puncak lebih nyaman dikunjungi dan kepadatan lalu lintas dapat dikurangi pada musim liburan. [] Danu
