Malam Tahun Baru 2020, Jalur Puncak Car free Night  

Minggu Sore,  Jalur Puncak Kembali One Way Sampai Pukul 19.00 WIB

BOGOR-KITA.com, PUNCAK –  Jalur Puncak Bogor memang luar biasa.  Penataan jalur dari sistem 1:1 menjadi sistem 2:1, yang mulai diberlakukan Minggu (27/10/2019) pagi, berbalik dan berkembang menjadi satu jalur pada sekitar pukul 13.00 WIB.

Diperoleh keterangan resmi bahwa kembali ke sistem 1:1 ini merupakan kesepakatan antara Polres Bogor, Dihub, Pemda dan BPTJ.

Kasatlantas Polres Bogor AKP Muhamammad Fadli mengatakan, sistem 2:1 diberlakukan Pukul 05.00 – 13.00 WIB dari bawah (Gadog) ke atas (Puncak) dua lajur, sedang pukul 14.00 – 21.00 WIB dari atas (Puncak) ke bawah (Gadog) dua lajur.

Awal berjalan lancar dan baik saat diberlakukan dua arah menuju Puncak. Namun, karena hari Minggu adalah hari pulang, maka banyak yang turun.

Satu jalur kembali dilakukan Minggu sore karena uji coba memang mengalami beberapa kendala infrastruktur yang belum homogen, artinya belum semua bisa menampung tiga jalur.

Karena itu, mengingat ekor kendaraan ke arah turun memanjang sampai Puncak Pas, maka semua pihak sekapat untuk menerapkan kembali sistem satu jalur ke bawah di mana jalur ke atas ditutup.

“Alhamdullilah setelah penutupan jalur ke atas, lalu lintas menuju Gadog berjalan lancar,” kata  Muhamammad Fadli seraya menambahkan, sistem penutupan jalur ke atas ini akan berlangsung hingga pukul 19.00 WIB.

Minggu, depan, Fadli mengatakan akan dievaluasi secara mendalam.

Penulusuran BOGOR-KITA.com, beberapa warga memang mengeluhkan sistem satu arah karena panjang macet sampai ke Puncak Pas, demikian juga lama macet dinilai terlalu lama.

Pantauan BOGOR-KITA.com, penyebab kemacetan lebih pada beberapa hal yang tidak mendasar. Antara lain, keluar masuk kendaraan dari gang-gang di sekitar Puncak yang memperlambat laju kendaraan di jalur Puncak.

Kemudian keluar masuk kendaraan dari tempat tempat umum di sepanjang jalur Puncak seperti minimarket, restoran dan hotel dan lain sebagainya yang juga memperlambat kendaraan yang melaju di jalur puncak.

Juga angkot yang menaik-turunkan penumpang di pinggir jalan. Selin itu tentu saja di ruas tertentu di jalan mengalami penyempitan sehingga terjadi saling serobot jalur. [] Hari/Andre



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *