Mensesneg akan Putuskan Penyelesaian Sengketa KWSC vs PT Sentul City  

BOGOR-KITA.com –  Menkopolhukam mencatat dan melaporkan ke Mensesneg semua hasil rapat koordinasi tertutup lintas instansi membahas penyelesaian permasalahan di Kawasan Pemukiman Sentul City antara PT Sentul City dengan Komite Warga Sentul City yang berlangsung di Hotel IZI, Baranangsiang, Kota Bogor, Senin (17/6/2019).

Head of Corporate Communication PT SC, Alfian Mujani, usai rakor mengemukakan, rakor itu sendiri merupakan permintaan Presiden Jokowi. Oleh sebab itu, Kemenkopolhukam akan melaporkan semua hal yang diperoleh dalam rakor kepada Mensesneg.

“Mensesneg akan mengambil keputusan,” kata Alfian usai mengikuti rakor selama dua jam.

Kasus KWSC vs PT Sentul City terkait dengan tarif air minum yang dikelola Pt Sentul City yang dinilai terlaliu mahal. Kasus ini sudah mendapat keputusan kasasi dari Mahkamah Agung, di mana Mahkamah Agung (MA) meminta Pemerintah Kabupaten Bogoe mecabut SPAM Sentul City.

Putusan MA tersebut belum dieksekusi, selain karena sedang berlangsung proses mediasi di Pengadilan Negeri Cibinong, PT Sentul City juga sedang mempersiapkan upaya hukum peninjauan kembali (PK).

Dalam rakor itu sendiri hadir perwakilan 15 instansi, meliputi Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta  Raya, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Dirjen Sumberdaya Air Kementerian PUPR, Asdep Penegakan Hukum Deputi Bidang Deputi Didkor Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Direktur PDAM Tirtakahuripan, Kepala Bidang Ppenyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum, Ketua Realestat Indonesia (REI) Pusat, Direksi PT Sentul City Tbk, Pengurus KWSC, Pengurus PWSC, Kasubag TU Sekretariat Deputi Bidang Bidkor Hukum dan HSM, dan para analis pada  Asdep Penegakan Hukum Deputi Bidang Deputi Didkor Hukum dan HAM.

Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin yang hadir dalam rakor mengatakan, pihaknya akan menyelesaikan kasus Sentul City. Dia mengatakan, di Sentul City tidak hanya KWSC saja, tapi juga ada PWSC dan lain -lain yang juga harus diakomodir.

Seperti apa putusan yang akan diambil Mensesneg? Para pihak menunggu. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *