Wali Kota Bogor Bima Arya langsung memberikan tugas kepada 64 pejabat yang baru saja dilantiknya di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Senin (28/10/2019).

Lantik 64 Pejabat, Ini Pesan Bima Arya

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya langsung memberikan tugas kepada 64 pejabat yang baru saja dilantiknya di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Senin (28/10/2019).

Pejabat tersebut merupakan pejabat struktural atau jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 61 orang diantaranya adalah kepala sekolah SMP Negeri serta Sekolah Dasar Negeri.

Posisi Inspektur Kota Bogor dipercayakan Bima Arya kepada Pupung Wahyu Purnama yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Bogor Barat. Kemudian jabatan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor diisi oleh Deni Hendana yang sebelumnya merupakan Kepala KPP Pratama Depok Cimanggis.

Sementara Ilham Chaidir ditunjuk sebagai Direktur RSUD Kota Bogor. Ilham sebelumnya menjabat Fungsional Dokter dengan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas Tanah Sareal. Sedangkan 61 orang lainnya mengisi posisi 57 orang Kepala SD Negeri dan 4 orang Kepala SMP Negeri.

Dalam sambutannya, Bima Arya langsung memberikan tugas dan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik. “Yang pertama kepada para kepala sekolah, Insya Allah saya yakin bahwa bapak/ibu sudah sangat paham bahwa di tangan bapak/ibu semua ada tiga tanggung jawab yang digenggam sekaligus, yakni sebagai pengajar, sebagai pendidik dan sebagai pengelola. Tidak semua guru bisa menjadi pendidik, tidak semua guru bisa jadi pengelola, tidak semua manajer dan pengelola yang handal bisa menjadi pendidik dan pengajar,” ungkap Bima.

Tetapi, Bima yakin tiga amanah itu bisa dijalankan dengan baik oleh para kepala sekolah yang saja dilantik. “Sekolah bukan sumber persoalan, sekolah adalah sumber dari jawaban. Sekolah bukan pusat korupsi, tapi sekolah adalah sumber inspirasi. Di tangan bapak ibu, masa depan kota kita, negara kita, ada dengan anak-anak yang pada saatnya nanti menggenggam masa depan kita semua. Bapak/ibu saya titip betul untuk membangun satu sistem di sekolah yang betul-betul bisa mengokohkan karakter,” jelasnya.

“Komunikasi yang baik dengan komite sekolah, komunikasi yang baik dengan dewan pendidikan, komunikasi yang baik dengan dinas,” tambah Bima.

Tugas selanjutnya disampaikan kepada Deni Hendana. “Dengan latar belakang bapak di Kementerian Keuangan yang sangat panjang, saya beserta pak wakil dan pak sekda, besar harapan bapak bisa membangun sistem Bapenda yang profesional, Bapenda yang transparan,” kata Bima.

Ia juga meminta Deni untuk melanjutkan sistem yang sudah sangat baik dibangun oleh rekan-rekan di Bapenda selama ini. “Kreatifitas bapak kita tunggu, dorong PAD kita supaya tidak konservatif. Plt Pak An An telah banyak melakukan inovasi di bidang pajak dan lain-lain. Berkolaborasi dengan IT-nya yang sangat luar biasa. Jadi saya minta itu dilanjutkan. Bangun sistem yang transparan. Bangun sistem yang jauh dari korupsi, bangun sistem yang menjauhkan dari praktek-praktek yang merusak kita. Lestarikan hal yang sudah baik,” jelasnya.

Untuk Inspektur, Bima Arya meminta reformasi birokrasi ini motornya harus juga dilakukan oleh Inspektorat, bukan hanya diujung ketika ada persoalan tapi di awal membangun sistem agar tidak terjebak ke dalam persoalan.

“Tugas pertama dari Pak Pupung untuk mengaudit proses pembangunan Gedung DPRD. Saya sudah perintahkan kepada Perumkim untuk audit secara fisik. Di lihat semua tiang, dilihat semua dinding agar tidak membahayakan keselamatan rekan-rekan DPRD. Untuk Pak Pupung saya minta diaudit secara finansial. Diperiksa lagi semuanya, dibuka lagi dokumennya. Apakah perencanaannya yang salah, apakah pelaksanaannya atau bahkan pengawasannya yang salah?,” tandasnya.  

Selanjutnya, tugas khusus pun disampaikan Bima Arya kepada Dirut RSUD. Bima meminta Ilham Chaidir untuk mengawasi pembangunan RSUD supaya tepat waktu hingga memberikan pelayanan dengan penuh keikhlasan kepada warga, khsususnya dalam bidang layanan kesehatan.

“Ketika saya mengunjungi puskesmas yang beliau pimpin di Mekarwangi, luar biasa dengan segala keterbatasan, bisa membangun sistem yang sangat baik. Memang ada yang bilang, RSUD kan beda skalanya, apakah bisa kepala Puskesmas ini? Sama juga pertanyaannya, Bima Arya sebelum jadi wali kota pernah ga memimpin ribuan PNS? Kan tidak. Jadi, logika itu tidak tepat. Yang paling tepat adalah niat baik dan punya visi ke depan. Saya lihat dua hal itu yang dimiliki dokter Ilham. Niat baik untuk menjadikan RSUD profesional, di dalam maupun di luar, dan niat baik untuk memperbaiki layanan di RSUD agar bisa melayani warga dengan penuh keikhlasan,” katanya.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardana dan para pejabat di lingkungan Pemkot Bogor. [] Admn/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *