Herry Setiawan

KPU Kabupaten Bogor Mulai Distribusikan Logistik Pemilu 2019

BOGOR-KITA.com – Persiapan logistik Pemilu 2019, seperti kertas surat suara sebanyak 3.467.603 juta lembar lebih Pemilu 2019 sudah dikerjakan dan bakal didistribusikan ke wilayah yang tersebar di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun, hasil pelipatan surat suara rusak yang dilakukan oleh petugas pelipatan sebanyak 390 lembar. Hal itu tidak menjadi kendala oleh KPU dalam melaksanakan pemilu 2019 di Kabupaten Bogor.

Total pemilih di Kabupaten Bogor mencapai 3.467.603 orang. Total surat suara yang harus dilipat 15 juta lebih, karena 1 surat suara 3 juta lebih dikali 5 surat suara jadi 15 juta lebih.

“Sebanyak 650 orang pekerja melipat kertas surat suara sebanyak 3.467.603 lembar kemungkinan akan bertambah,” kata Herry Setiawan, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM kepada wartawan, di Cibinong, Senin (25/3/2019).

Ia menjelaskan, prosesnya saat ini masih berjalan dan pelipatan surat suara DPRD Provinsi dan DPD RI diprediksi rampung dalam minggu ini. “Pelipatan surat suara saat ini terus berlangsung. Sekarang sedang melipat surat suara DPRD Provinsi. Sementara untuk DPD RI sudah selesai. Pelipatan dan sortir dilakukan melibatkan tenaga outsourcing sebanyak 650 orang,” jelasnya.

Baca juga  Deklarasi 3 Pilar Bersatu untuk Pemilu 2019 Aman dan Damai di Bandung

Distribusi logistik itu, tambah dia, akan dikirim secara bertahap dari KPU ke PPK lalu ke PPS baru ke KPPS. “Nanti dikirim dari KPU ke PPK, setelah itu ke PPS baru ke KPPS. Logistik itu mencakup surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, surat suara  DPR RI, DPRD degan disegel hologram, tinta hingga formulir,” ungkapnya.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Bogor mengajukan penambahan jumlah TPS menjelang Pemilu April 2019 mendatang. Penambahan diperlukan untuk mengantisipasi jumlah pemilih yang berpotensi bertambah di hari H pencoblosan.

“Penambahan sekitar 30 TPS yang akan tersebar di Kabupaten Bogor. Jadi totalnya mencapai 14.982 TPS,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni.

Dikatakan, penambahan TPS paling banyak berada di wilayah Kecamatan Dramaga dan Kecamatan Ciseeng. “Di Dramaga utamanya untuk pemilih yang berada di Kampus IPB,” ungkap Ummi.

Meski begitu, menurut dia, hal ini harus dikaji terlebih dahulu. Sebab, penambahan TPS tidak hanya masalah tempat melainkan juga logistik untuk melengkapi kebutuhan dalam pemilihan.

Baca juga  Ade Yasin: Saya akan Usulkan ke Presiden Caringin Jadi KEK Pariwisata

“Pada prinsipnya kita mengajukan dulu ke KPU RI melalui KPU Provinsi Jawa Barat kaitan dengan jumlah tersebut. Apalagi kan ini juga berhubungan dengan logistik dan anggaran. Sesuai edaran KPU RI, kita juga melakukan pendataan di daerah,” jelas Ummi.

Sementara, Komisioner KPU Kabupaten Bogor, Heri Setiawan mengaku pihaknya sudah mulai melakukan pendataan di titik-titik tertentu yang diprediksi akan banyak penambahan pemilih. “Titiknya seperti di IPB, di sana kan banyak mahasiswa atau pemilih dari daerah lain bahkan seluruh Indonesia disana ada,” kata dia.

Kata Herry, estimasi penambahan pemilih berpindah ke Kabupaten Bogor khususnya dalam Pilpres 2019 diperkirakan mencapai 15 ribu pemilih. []Admin/Pkr



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *